
Scoot.co.id – JAKARTA. Rupiah diproyeksi berbalik arah dan kembali melemah pada perdagangan hari ini (21/4/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup menguat 0,12% secara harian ke Rp 17.168 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/4/2026).
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,07% secara harian ke Rp 17.176 per dolar AS.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah besok salah satunya dipengaruhi sentimen geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat disebut telah mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
BEI Resmi Mengimplementasikan Liquidity Provider Saham, Apa Untung dan Ruginya?
Sementara Iran telah mencabut dan kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai hampir dua bulan lalu.
“Harga minyak melonjak hingga 7% pada hari Senin, membuat pasar sebagian besar tegang karena efek inflasi dari perang Iran,” ujar Ibrahim, Senin (20/4/2026).
Ibrahim melihat kekhawatiran atas inflasi yang dipicu oleh energi merupakan beban utama pada harga logam sejak dimulainya konflik pada akhir Februari.
Selain itu, ketegangan baru ini membuat ekspektasi penurunan suku bunga AS tahun ini telah bergeser secara signifikan ke arah sikap “lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” sebagai akibat dari inflasi yang masih tinggi akibat tingginya harga energi dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah.
Ibrahim memperkirakan, rupiah bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah dalam rentang Rp 17.160 – Rp 17.200 per dolar AS pada hari ini (21/4/2026).
Kinerja Pakuwon Jati (PWON) Masih Ditopang Aset Recurring, Simak Rekomendasi Sahamnya
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat rupiah secara umum masih lemah. Adapun untuk besok (21/4), rupiah diperkirakan akan range bound dengan potensi bisa menguat maupun melemah terbatas tergantung perkembangan eksternal.
Investor tentunya mengantisipasi rapat dewan gubernur (RDG) BI yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan. Namun ada harapan BI bisa menaikkan suku bunga untuk meredakan tekanan pada rupiah. Tercatat RDG BI akan dilaksanakan pada 21-22 April 2026.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.100 – Rp 17.200 per dolar AS untuk hari ini (21/4/2026).