Daftar dividen bank swasta 2026: BNGA hingga NISP, siapa paling royal bagi investor?

Scoot.co.id  – JAKARTA. Sejumlah bank swasta besar di Indonesia ramai mengumumkan pembagian dividen pada April 2026. Menariknya, strategi masing-masing bank berbeda, ada yang mempertahankan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR), ada pula yang menurunkannya.

Terbaru, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dalam RUPST pada 17 April 2026 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 4,07 triliun atau Rp 161,77 per saham. Nilai ini setara 60% dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp 6,9 triliun.

Dividen BNGA dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026. DPR bank ini tergolong stabil dan dalam lima tahun terakhir cenderung meningkat dari 57,68% pada 2021.

Di hari yang sama, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 580,08 miliar atau Rp 7,6 per saham.

DPR BNII tercatat 35% dari laba bersih 2025 sebesar Rp 1,66 triliun. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 40%, meskipun laba bersih bank tumbuh signifikan 48,5% secara tahunan.

Dalam lima tahun terakhir, DPR BNII menunjukkan tren fluktuatif, naik hingga 45% pada 2023 sebelum kembali menurun.

Kinerja Pakuwon Jati (PWON) Masih Ditopang Aset Recurring, Simak Rekomendasi Sahamnya

BDMN dan BNLI Konsisten Jaga Rasio Dividen

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjadi salah satu bank paling konsisten dalam kebijakan dividen. Sejak 2021, DPR perusahaan stabil di level 35%.

Tahun ini, BDMN membagikan dividen sebesar Rp 1,4 triliun atau Rp 142 per saham, setara 35% dari laba bersih Rp 4 triliun. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 30 April 2026.

Sementara itu, Permata Bank (BNLI) menunjukkan tren peningkatan DPR yang konsisten, dari 20% pada 2021 menjadi 35% pada 2025.

Total dividen BNLI tahun ini mencapai Rp 1,3 triliun atau Rp 35 per saham, dengan jadwal pembayaran pada 7 Mei 2026.

Jelang RDG BI, Tekanan Rupiah Diperkirakan Berlanjut

NISP Turunkan DPR Meski Laba Naik

Berbeda dengan bank lainnya, Bank OCBC NISP (NISP) justru menurunkan DPR menjadi 20% pada tahun buku 2025, setelah sebelumnya mencapai 50% pada 2024.

Dampaknya, dividen per saham turun tajam dari Rp 105 menjadi Rp 45. Padahal, laba bersih bank masih tumbuh 4% menjadi Rp 5,1 triliun.

Tonton: Harga BBM Nonsubsidi Naik, BBM Indonesia Termasuk Paling Murah di ASEAN

Ringkasan Dividen Bank 2026

– BNGA: Dividen Rp 161,77 per saham | Total Rp 4,07 triliun | DPR 60% | Bayar 13 Mei 2026  

– BNII: Dividen Rp 7,6 per saham | Total Rp 580,08 miliar | DPR 35%  

– BDMN: Dividen Rp 142 per saham | Total Rp 1,4 triliun | DPR 35% | Bayar 30 April 2026  

– BNLI: Dividen Rp 35 per saham | Total Rp 1,3 triliun | DPR 35% | Bayar 7 Mei 2026  

– NISP: Dividen Rp 45 per saham | DPR 20% | Bayar 4 Mei 2026  

Kesimpulan

Tren pembagian dividen bank pada 2026 menunjukkan strategi yang semakin beragam. BNGA tampil paling agresif dengan DPR tinggi, sementara BDMN dan BNLI konsisten menjaga stabilitas.

Di sisi lain, BNII dan NISP memilih menyesuaikan rasio dividen meski kinerja laba tetap positif.

Bagi investor, perbedaan strategi ini menjadi pertimbangan penting dalam memilih saham berbasis dividen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *