Transaksi saham capai Rp26 triliun, potensi tumbuh investor saham tinggi di Sumut

Scoot.co.id MEDAN – Sumatra Utara memiliki potensi pengembangan basis investor saham dan pasar modal yang sangat besar. Namun, potensi ini dibarengi dengan tantangan signifikan, yaitu kebutuhan untuk memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, menjangkau seluruh 33 kabupaten dan kota di provinsi tersebut secara merata.

Menurut data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara, jumlah investor pasar modal di Sumut kini telah mencapai 876.156 akun. Dari angka tersebut, sebanyak 401.723 akun merupakan investor saham, dengan akumulasi nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp25,98 triliun per Januari 2026. Data ini menunjukkan dinamika yang kuat di tengah masyarakat Sumut terhadap investasi.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution, menegaskan komitmen untuk terus menggencarkan program edukasi dan literasi pasar modal. Inisiatif ini diperluas hingga ke pelosok daerah di Sumut, didukung oleh kolaborasi strategis dengan 22 perusahaan sekuritas yang beroperasi di wilayah tersebut. Pintor menyatakan, “Potensi pertumbuhan investor di Sumut itu besar tapi tantangannya juga besar untuk menarik investor baru. Makanya kami dengan teman-teman sekuritas berusaha masuk ke semua kabupaten dan kota yang cukup banyak, mencapai 33 daerah.” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara buka puasa bersama rekan wartawan di Medan, baru-baru ini.

Provinsi Sumatra Utara sendiri telah mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam pangsa pasar modal di tingkat nasional, dengan kontribusi sekitar 4,3% terhadap total Single Investor Identification (SID) investor nasional. Secara regional, Sumut juga menjadi salah satu kontributor utama investor pasar modal di Pulau Sumatra, yang secara keseluruhan menyumbang 16,72% terhadap capaian nasional. Ini menegaskan peran vital Sumut dalam ekosistem investasi Indonesia.

Sebaran investor pasar modal dan saham di Sumut menunjukkan konsentrasi di beberapa wilayah kunci. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Medan menjadi pusat utama dengan 172.903 investor (41%), diikuti oleh Deli Serdang dengan 49.819 akun (12%), Simalungun dengan 16.025 akun (4%), Pematangsiantar dengan 15.842 akun (4%), dan Langkat dengan 15.377 akun (3%).

Dalam upaya memaksimalkan potensi ini, Pintor menyampaikan target ambisius. Pihaknya menargetkan pertumbuhan investor baru di Sumut minimal 10% dari total jumlah investor yang sudah ada saat ini, yang berjumlah 876.156 investor. Untuk mencapai target peningkatan basis investor yang signifikan ini, strategi BEI Sumut berfokus pada pengintensifan sosialisasi di berbagai kabupaten dan kota, serta rencana pembukaan empat galeri pasar modal baru di beberapa daerah.

Saat ini, Sumatra Utara telah memiliki lima galeri pasar modal yang aktif, berlokasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Budi Perdagangan (bermitra dengan Korea Investment & Sekuritas Indonesia), Universitas Prima Indonesia (bersama BRI Sekuritas), Universitas Battuta (juga bermitra dengan Korea Investment & Sekuritas Indonesia), Pemerintah Kabupaten Langkat (bermitra dengan Korea Investment & Sekuritas Indonesia), dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi (dengan mitra MNC Sekuritas).

Pintor menilai bahwa keberadaan galeri pasar modal ini memainkan peran krusial dalam menarik minat masyarakat untuk terlibat aktif sebagai investor. Melalui galeri ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dan berbagai macam produk investasi yang tersedia di bursa, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya investasi di pasar modal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *