KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kabar gembira menghampiri para pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Emiten terkemuka di sektor konsumer ini telah mengonfirmasi komitmennya untuk membagikan dividen dengan rasio pembayaran (payout ratio) sebesar 100% dari laba bersih tahun buku 2025. Tidak hanya itu, UNVR juga menyiapkan dividen tambahan yang berasal dari hasil divestasi lini bisnis es krim dan teh Sariwangi, menambah daya tarik investasi pada saham perusahaan.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, dalam pemaparan kinerja tahun 2025, secara gamblang menyatakan, “Kami tetap memberikan dividen dengan payout ratio 100%. Selain itu, perusahaan juga membagikan dividen tambahan satu kali kepada para pemegang saham dari hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi.” Pernyataan ini menegaskan fokus perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para investornya.
Kinerja keuangan Unilever Indonesia pada tahun 2025 memang menunjukkan lonjakan signifikan. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 7,64 triliun, meningkat tajam 126,82% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 3,36 triliun. Meski demikian, perlu dicatat bahwa jika kontribusi dari bisnis es krim dan teh Sariwangi dikecualikan, laba bersih UNVR tercatat sekitar Rp 3,5 triliun.
Selain pertumbuhan laba, penjualan bersih perusahaan juga turut mengalami peningkatan. Hingga akhir tahun 2025, penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp 31,94 triliun, naik 4,34% yoy dari posisi tahun 2024 sebesar Rp 30,62 triliun. Angka ini mencerminkan resiliensi dan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan performa penjualan di tengah dinamika pasar.
Menyongsong tahun 2026, Benjie Yap menyampaikan bahwa perusahaan akan tetap memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan. Strategi utama adalah peningkatan kualitas dan volume penjualan, dengan target ambisius untuk mampu melampaui tren pasar. Fokus pada fundamental bisnis diharapkan mampu menjaga momentum positif UNVR ke depan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kinerja kuartal I-2026 berpotensi mengalami perlambatan sementara. Hal ini disebabkan oleh perayaan Idulfitri yang jatuh lebih awal, sehingga sebagian besar belanja konsumen telah terjadi pada kuartal sebelumnya. Namun, Benjie Yap menegaskan bahwa kondisi tersebut dinilai hanya bersifat musiman dan sama sekali tidak mencerminkan pelemahan fundamental bisnis perusahaan.
Unilever Indonesia tetap optimistis terhadap arah perbaikan bisnis, didorong oleh implementasi berbagai pembenahan struktural yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025. “Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tutup Benjie Yap, menandaskan optimisme manajemen terhadap prospek masa depan perusahaan.