
Scoot.co.id JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) memperkirakan tekanan global maupun domestik berpotensi membuat volatilitas pasar modal masih terjadi pada tahun ini. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyebut hal itu masih menjadi tantangan bagi kinerja unitlink berbasis saham hingga akhir tahun ini.
Made menjelaskan tekanan global, seperti ketegangan geopolitik, berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan tekanan inflasi, serta menjaga volatilitas pasar modal tetap tinggi.
Dari sisi domestik, dia bilang pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan yield obligasi turut memberikan tekanan pada pasar keuangan. Selain itu, faktor teknikal, seperti rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi memicu arus keluar dana (outflow).
Asuransi Astra: Gejolak Pasar Saham Tak Pengaruhi Hasil Investasi pada Kuartal I-2026
“Dengan ketidakpastian terkait besaran, durasi, maupun perubahan bobot saham, diperkirakan akan menambah volatilitas pada IHSG,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (2/6).
Dalam kondisi itu, Made menyebut pendekatan yang lebih berhati-hati menjadi penting dilakukan, terutama pada instrumen dengan tingkat risiko lebih tinggi seperti unitlink berbasis saham.
Sementara itu, Made menyampaikan unitlink pendapatan tetap dan pasar uang diperkirakan akan memberikan kinerja yang relatif lebih stabil. Dia bilang unitlink campuran dapat menjadi alternatif bagi yang tetap menginginkan eksposur ke pasar saham, dengan tingkat risiko yang lebih terkelola.
Namun, Made mengatakan setiap jenis instrumen pada dasarnya tetap memiliki potensi untuk mencetak hasil positif. Dengan demikian, dia menyebut optimalisasi alokasi aset melalui diversifikasi yang bijak menjadi langkah penting sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.
Asal tahu saja, data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam, yakni sebesar 4,75% per April 2026. Di tengah tertekannya kinerja unitlink berbasis saham, ada sejumlah produk unitlink saham Allianz Life yang berhasil mencetak hasil positif.
Misalnya, Smartwealth Dollar Asia Pacific Class B Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil mencetak kinerja mentereng, dengan imbal hasil sebesar 17,78% per April 2026. Diikuti produk unitlink saham PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Asia Pacific Fund, dengan imbal hasil sebesar 17,78% per April 2026.
Selanjutnya, ada produk unitlink saham milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund, yang mencetak return sebesar 15,02% per April 2026.
Apabila ditelaah lebih lanjut, kinerja unitlink berbasis campuran juga terpuruk, dengan rata-rata return terkontraksi 3,62% per April 2026. Sementara itu, unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,97% per April 2026. Hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,04% per April 2026.
BNI Kantongi Restu OJK, Dana AT1 US$ 700 Juta Resmi Masuk Modal Inti Tambahan