Arah rupiah menanti kebijakan suku bunga, begini proyeksinya untuk Kamis (16/4/2026)

Scoot.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,09% secara harian ke Rp 17.143 per dolar AS.

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,03% secara harian ke Rp 17.141 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah terhadap dolar AS, walau indeks dolar AS masih berada di level terendah enam minggu di tengah  harapan akan perdamaian di Timur Tengah. Lemahnya Rupiah mencerminkan outflow yang berkelanjutan dan fundamental domestik yang lemah.

Aksi Profit Taking dan Depresiasi Rupiah Bikin IHSG Melemah Hari Ini (15/4)

Adapun untuk Kamis (16/4/2026), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen suku bunga menjelang rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21 – 22 April 2026. 

“Dengan absennya data ekonomi penting besok, sentimen rupiah diperkirakan akan tetap lemah besok hingga menjelang pertemuan kebijakan moneter minggu depan,” ujar Lukman kepada Kontan.

Lukman memproyeksikan rupiah pada Kamis (16/4/2026) bergerak di kisaran Rp 17.100 – Rp 17.200 per dolar AS.  

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi perkembangan eskalasi di Timur Tengah. Komando Pusat AS mengatakan bahwa blokade pelabuhan Iran telah sepenuhnya diterapkan dan bahwa pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut.

Langkah ini terjadi hanya dua hari setelah AS memulai blokade lautnya terhadap Iran, yang bertujuan untuk lebih menekan Teheran agar menerima kesepakatan gencatan senjata.  

Gelontorkan Ratusan Miliar, Bakrie Capital Indonesia Tambah Kepemilikan Saham di BIPI

“Ini terjadi setelah pembicaraan gencatan senjata AS-Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan,” ujar Ibrahim, Rabu (15/4/2026). 

Untuk Kamis (16/4/2026), Ibrahim melihat perkembangan eskalasi di Timur Tengah masih mempengaruhi gerak rupiah. Selain itu, sentimen pertumbuhan ekonomi juga akan mempengaruhi rupiah.

Hal ini setelah International Monetary Fund (IMF) merevisi outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada tahun 2026, dari yang sebelumnya yang memproyeksikan 5,1%. Selain IMF, World Bank atau Bank Dunia juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada tahun 2026. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Kamis (16/4/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 17.140 – Rp 17.180 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *