Saham big banks melemah lagi pada Rabu (15/4/2026), begini kata analis

Scoot.co.id JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kembali ditutup melemah hari ini, Rabu (15/4/2026). Saham big banks hari ini kembali diserbu aksi jual bersih atau net sell dari investor asing.

Secara rinci, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pelemahan paling dalam hari ini. Harga saham BBCA terjun 2,96% menjadi Rp 6.550 per saham.

Kemudian, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup pada level harga Rp 3.670 per saham. Saham BBNI turun 1,87% dibanding penutupan kemarin.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup pada harga Rp 3.400 atau turun 1,73%. Sementara, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup pada harga Rp 4.650 atau turun 1,27%.

Dua Bank Ini Masih Berjibaku Genjot Penyelesaian Kredit Bermasalah Warisan Masa Lalu

Keempat saham big banks dibuka dengan penguatan pada pagi hari tadi. Akan tetapi, penguatan itu tidak berlangsung lama, harga big banks terus lanjut melemah hingga akhir perdagangan.

Adapun keempat saham big banks juga mencatatkan aksi net sell dari investor asing. BBRI mengalami net sell paling besar hari ini mencapai Rp 706,57 miliar.

Disusul oleh net sell BBCA sebesar Rp 263,83 miliar, net sell BMRI sebesar Rp 43,84 miliar, dan net sell BBNI sebesar Rp 5 miliar.

Sebelumnya, Senior Analis dari Mirae Sekuritar Nafan Aji Gusta telah menyebut harga saham pekan ini masih akan dipengaruhi sentimen global, terutama nilai tukar rupiah dengan dolar.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah per Rabu (15/4/2026) kembali melemah 0,09% menjadi Rp 17.143 per dolar AS. Rupiah mencatat pelemahan dalam lima hari perdagangan berturut-turut.

Nafan mendorong pemerintah untuk cepat mengambil tindakan dalam tren pelemahan rupiah ini. Ia bilang, jika rupiah kembali menguat, maka harga saham big banks juga berpotensi akan mengalami rebound.

“Dengan demikian, jika rupiah menguat, diharapkan bahwa tekanan jual asing pada BBRI, BMRI, dan BBCA diprediksi akan mulai melandai,” kata Nafan kepada Kontan.co.id.

Head Riset dari Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata juga menyampaikan pendapat senada. Saham big banks pekan ini masih akan dipengaruhi sentimen global.

BTN Genjot Penjualan Aset Buruk, Raup Recovery Income Rp 800 Miliar per Tahun

“Pergerakan sektor perbankan saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya arah yield US Treasury, dollar, dan stabilitas harga komoditas,” ucapnya.

Akan tetapi, Liza menilai fundamental sektor perbankan di Indonesia masih terjaga dengan baik. Ini dapat terlihat dari permodalan yang kuat dan kualitas aset yang terjaga.

Sebab itu, Liza tetap merekomendasikan para investor yang ingin mengakumulasi saham big banks. Namun harus diingat, saham big banks saat ini lebih cocok untuk dikoleksi secara jangka panjang.

“Strategi yang lebih tepat bagi investor adalah akumulasi bertahap saat terjadi koreksi, bukan mengejar kenaikan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *