
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan terhadap pasar surat utang domestik masih berlanjut pada Mei 2026.
Investor asing tercatat memperbesar aksi jual bersih (net sell) di pasar Surat Berharga Negara (SBN) seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor asing membukukan net sell di pasar SBN sebesar Rp 15,43 triliun pada Mei 2026. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 11,73 triliun.
Rupiah Jisdor Ada di Level Rp 18.039 per Dolar AS pada Jumat (5/6)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan meningkatnya persepsi risiko global turut memengaruhi pergerakan pasar obligasi domestik.
“Yield SBN naik secara rata-rata sebesar 5,61 basis poin secara month to month. Ini dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2026, Jumat (5/6/2026).
Namun, kinerja indeks obligasi masih mencatatkan kenaikan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 437,26 pada akhir Mei 2026 atau naik 0,32% dibandingkan posisi April 2026 yang berada di level 435,85.
Di pasar obligasi korporasi, arus dana investor masih mencatatkan pembelian bersih. OJK mencatat Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) korporasi membukukan net buy sebesar Rp 0,21 triliun pada Mei 2026, meningkat dibandingkan Rp 0,01 triliun pada April 2026.
Data OJK juga menunjukkan porsi kepemilikan investor lokal di pasar obligasi mencapai 58,83% pada Mei 2026, sedikit menurun dibandingkan 59,45% pada April 2026.