BI: Keyakinan konsumen Jateng tetap kuat seiring pertumbuhan ekonomi

Scoot.co.id , SEMARANG — Optimisme konsumen terhadap perekonomian Provinsi Jawa Tengah pada Maret 2026 dipastikan tetap terjaga dengan kuat. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang menyentuh angka 116,52, atau berada di atas ambang batas level optimis (>100).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari H., menjelaskan bahwa kondisi tersebut ditopang oleh dua faktor utama, yaitu optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan.

“Kondisi tersebut ditopang oleh optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen terhadap perekonomian ke depan yang berada pada level optimis,” jelasnya, dikutip Minggu (31/5/2026).

: Konsumsi dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Jateng pada Kuartal I/2026

Reina menjelaskan bahwa perkembangan IKK di Jawa Tengah tercatat sejalan dengan hasil Survei Konsumen secara nasional. Selain itu, pergerakan tersebut juga searah dengan perkembangan IKK di sejumlah wilayah strategis seperti Kota Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal yang seluruhnya konsisten berada pada level optimis.

Keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi riil di Provinsi Jawa Tengah saat ini juga dilaporkan tetap kokoh. Hal ini terefleksi langsung dari perolehan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Maret 2026 yang mampu bertengger di level 109,63.

: : KEK Industropolis Batang Promosikan Potensi Investasi Jateng di Tokyo

Optimisme yang kuat dari sisi konsumen tersebut didukung oleh keyakinan masyarakat yang tinggi terhadap aspek penghasilan saat ini. Faktor pendukung lainnya meliputi persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja serta intensitas konsumsi barang tahan lama yang tetap berada di level optimis.

Untuk periode ke depan, Reina memperkirakan tingkat optimisme konsumen di Provinsi Jawa Tengah akan terus bertahan pada level optimis. Ekspektasi ini terindikasi dari capaian Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Maret 2026 yang berhasil mencapai angka sebesar 123,41.

“Fokus optimisme mencakup proyeksi penghasilan individu, ketersediaan lapangan kerja baru, dan geliat aktivitas kegiatan usaha dalam kurun waktu enam bulan mendatang,” lanjutnya.

Kondisi psikologis konsumen di Jawa Tengah tersebut sejalan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi per Kuartal I/2026. Berdasarkan rilis resmi data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,89% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian pertumbuhan tersebut berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan Pulau Jawa sebesar 5,79% (yoy) serta pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 5,61% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan pangsa mencapai 60,01% terhadap total PDRB. Sektor pengeluaran ini melaju dengan pertumbuhan sebesar 5,08% (yoy) akibat tingginya mobilitas masyarakat selama momentum mudik Idulfitri 2026.

Selain konsumsi, peningkatan kinerja perekonomian Jawa Tengah juga didukung penuh oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau sektor investasi yang melonjak tumbuh sebesar 9,61% (yoy). Akselerasi investasi swasta dan pemerintah ini didorong oleh masifnya pembangunan pabrik di kawasan industri serta keberlanjutan berbagai proyek strategis daerah.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tetap memberikan kontribusi terbesar dengan pangsa 32,69% dan tumbuh positif sebesar 4,04% (yoy) di tengah kendala banjir nasional.

Sementara itu, sektor konstruksi melesat 11,91% (yoy) bersama sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum yang tumbuh sebesar 14,14% (yoy) seiring implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *