Bursa Asia anjlok di pagi ini (5/6): Indeks Kospi pimpin penurunan

Scoot.co.id  JAKARTA. Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan pagi ini. Jumat (5/6/2026) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,84% ke 66.229,25. Sejalan, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,27% ke 25.186,12.

Selanjutnya indeks Taiex terlihat melemah 0,52% menjadi 45.438,99 dan indeks Kospi anjlok 6,46% ke 8.621,4. Sedangkan indeks ASX 200 turun 0,75% ke 8.621,4.

Di sisi lain, FTSE Straits Times juga melemah tipis 0,04% ke 5.065,45 dan FTSE Malay KLCI berhasil menguat 0,16% menjadi 1.685,87.

Bursa Asia melemah jelang akhir pekan dengan bursa saham Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan tersebut, dan mengikuti penurunan saham teknologi Wall Street semalam.

Cek Rekomendasi Saham Emiten Produsen Batubara yang Terancam Penurunan Ekspor

Indeks Kospi terakhir anjlok 6,46%, dengan saham-saham besar Samsung dan SK Hynix masing-masing ambles 6% dan 8%. Sementara, indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 4,94%. 

Semalam di AS, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak ke level tertinggi sepanjang masa yang baru, sementara indeks Nasdaq Composite berkinerja buruk karena investor tampaknya beralih dari saham-saham chip ke saham-saham non-teknologi.

Indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham melonjak 874,86 poin, atau 1,73%, dan ditutup pada rekor tertinggi di 51.561,93. Indeks Nasdaq malah ditutup turun 0,09% ke 26.830,96, dan indeks S&P 500 berhasil naik 0,41% menjadi 7.584,31.

Rotasi ini dipicu oleh aksi jual di Broadcom yang menyebabkan investor mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang terkait dengan AI. Saham produsen chip tersebut merosot lebih dari 12% setelah pendapatan kuartal kedua fiskalnya meleset dari perkiraan. 

Wall Street Menguat: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertahan Saham Produsen Chip

Saham-saham perusahaan chip, yang memimpin kenaikan terbaru dalam reli pasar ke level rekor, secara luas mengalami penurunan. ETF VanEck Semiconductor (SMH) kehilangan lebih dari 1%. Arm Holdings turun lebih dari 4%, sementara Micron Technology turun hampir 8%.

Saham-saham juga berada di bawah tekanan karena kekhawatiran di Timur Tengah. Baru-baru ini muncul pesan yang beragam dari negosiasi untuk mengakhiri perang, yang telah mengganggu pasar global dan menyebabkan harga minyak dan bensin melonjak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *