
Scoot.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Senin (25/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,15% secara harian ke Rp 17.744 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,14% secara harian ke Rp 17.743 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh sentimen defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I – 2026 yang mencapai defisit US$ 9,1 miliar.
Yield SUN Naik, Investor Disarankan Pilih Tenor Pendek atau Cicil Beli
Defisit ini merupakan yang terbesar dalam lebih dari enam tahun. Rupiah juga ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen pasar yang masih rapuh walau indeks dolar AS sendiri terpantau turun oleh harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Prospek kenaikan suku bunga BI dalam satu atau dua pertemuan ke depan juga membuat investor masih menghindari SBN,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (25/5/2026).
Dengan absennya data ekonomi penting, Lukman menilai pergerakan rupiah besok (26/5) akan dipengaruhi oleh fokus investor yang tertuju pada respon Iran terhadap proposal perdamaian AS yang sewaktu-waktu akan terjadi.
Lukman memproyeksikan rupiah pada Selasa (26/5/2026) bergerak di kisaran Rp 17.700 – Rp 17.800 per dolar AS.