
Scoot.co.id JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa operasional dan kegiatan di Pasar Modal Indonesia akan tetap berjalan normal, menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, OJK tengah memproses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk mengisi kekosongan posisi tersebut.
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa proses penunjukan pelaksana tugas direktur utama akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. “Pelaksana Tugas Dirut sudah diatur dalam anggaran dasar dan masih dalam proses. Itu nanti akan ditunjuk oleh dewan direksi BEI,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Gedung BEI pada Jumat (30/1).
Lebih lanjut, Inarno memastikan bahwa pengunduran diri Direktur Utama BEI ini tidak akan mengganggu jadwal pertemuan penting dengan MSCI yang telah direncanakan pada Senin (2/2). Pertemuan tersebut akan tetap berlangsung sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan. Terlebih, OJK telah mengirimkan proposal kepada MSCI yang mengusulkan pengecualian investor dalam kategori “corporate and others” dari perhitungan free float, dengan mempertimbangkan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5%.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58 Tahun 2016, pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek memang dimungkinkan. Dalam situasi tersebut, tugas sementara akan dijalankan oleh jajaran Direksi atau pelaksana tugas hingga pengganti definitif mendapatkan persetujuan dari OJK.
Sebelumnya, Iman Rachman telah menyampaikan pengunduran dirinya dari kursi Direktur Utama BEI. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tekanan pasar yang terjadi selama dua hari terakhir. “Sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” kata Iman di press room BEI pada Jumat (30/1).
Menurut Iman, langkah yang diambilnya merupakan keputusan terbaik demi kemajuan pasar modal Indonesia. Ia berharap dengan pengunduran dirinya, pasar modal akan dapat bergerak ke arah yang lebih positif dan stabil. Iman juga menjelaskan bahwa dokumentasi administrasi terkait pengunduran diri ini akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar BEI, dan posisi direktur utama untuk sementara waktu akan diisi oleh seorang Plt.
“Nanti akan ada sementara Plt yang akan ditunjuk berdasarkan aturan BEI sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru,” jelasnya, menggarisbawahi mekanisme transisi kepemimpinan di bursa.
Sebagai informasi, dua hari pasca pengumuman MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang mengalami tekanan jual yang signifikan. Dalam dua hari beruntun, IHSG bahkan sempat anjlok hingga memicu pemberlakuan trading halt.
Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), tidak lama setelah pengumuman MSCI. Kemudian, trading halt kedua kembali diberlakukan pada Kamis (29/1) pukul 09:26:01 waktu JATS, sebelum akhirnya dibuka kembali pada pukul 09:56:01 waktu JATS.
Harga Bitcoin Terkoreksi 7,60%, Turun ke Level US$ 82.000
Arahan Presiden: Percepat Demutualisasi BEI, Dorong Bursa Jadi Perusahaan Go Public