Emiten pelayaran ELPI rancang rights issue 2,03 miliar saham baru

Scoot.co.id , JAKARTA — Emiten pelayaran PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) mengambil langkah strategis untuk memperkuat permodalan melalui rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Dalam aksi korporasi ini, perseroan berencana menerbitkan maksimal 2,03 miliar saham baru.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.030.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham-saham ini akan berasal dari saham portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat memberikan fondasi finansial yang lebih kokoh bagi ELPI.

Wawan menambahkan dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Jumat (31/1/2026), pelaksanaan PMHMETD I ini akan segera dilakukan setelah dua syarat utama terpenuhi. Pertama, diperolehnya persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan kedua, pernyataan pendaftaran dalam rangka PMHMETD I dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk itu, ELPI telah menjadwalkan RUPSLB yang akan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, guna meminta restu pemegang saham terkait rencana signifikan ini. Manajemen ELPI juga menginformasikan bahwa jumlah saham maksimum yang akan diterbitkan masih dapat berubah, bergantung pada kebutuhan dana perseroan serta harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian. Apabila ada perubahan, pengumuman lebih lanjut akan disampaikan bersamaan dengan pemanggilan RUPSLB.

Perseroan menargetkan pelaksanaan PMHMETD I dapat terealisasi pada tahun 2026. Proses ini akan berlangsung paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB diperoleh dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK. Dana yang berhasil dihimpun dari penambahan modal ini, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan untuk dialokasikan guna menunjang likuiditas umum, belanja modal, modal kerja, serta mendukung agenda ekspansi, diversifikasi, dan investasi perseroan. Melalui PMHMETD I, ELPI optimis struktur permodalannya akan semakin kuat, yang pada gilirannya akan menopang kinerja operasional secara keseluruhan.

Bagi para pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD I, terdapat potensi dilusi hingga maksimal 18%. Namun, hingga saat ini, manajemen menegaskan tidak ada keberatan dari pihak manapun, termasuk kreditur ELPI, terkait rencana aksi korporasi ini.

Berikut beberapa kabar terkait ELPI sebelumnya yang menarik perhatian:

ELPI Umumkan Menang Tender Pengadaan Kapal untuk Genting Rp2,39 Triliun

Pelayaran Ekalya (ELPI) Menang Tender Penyedia Jasa Sewa Kapal dari Genting Group

Ekalya Purnamasari (ELPI) Lepas Unit Kapal ke Anak Usaha Rp48 Miliar

Berikut rangkaian kegiatan penting RUPSLB ELPI yang telah ditetapkan:

Kegiatan Tanggal
Pemberitahuan Agenda RUPSLB ke OJK 23 Januari 2026
Iklan Pengumuman RUPSLB 30 Januari 2026
Daftar Pemegang Saham yang Berhak 13 Februari 2026
Iklan Pemanggilan RUPSLB 14 Februari 2026
Pelaksanaan RUPSLB 9 Maret 2026
Pengumuman Ringkasan Risalah RUPSLB 11 Maret 2026
Penyampaian Risalah RUPSLB 6 April 2026

Apabila RUPSLB tidak menyetujui rencana rights issue ini, perseroan memiliki opsi untuk mengajukan kembali persetujuan paling singkat 12 bulan setelah RUPSLB sebelumnya. Informasi mengenai tempat dan waktu RUPSLB akan diumumkan lebih lanjut saat iklan pemanggilan RUPSLB diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *