Emiten tambang MINE tebar dividen, dana IPO terserap 100%

Scoot.co.id, JAKARTA — Kabar baik menghampiri para pemegang saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE), emiten yang bergerak di sektor penunjang pertambangan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026, perseroan resmi menyetujui pembagian dividen tunai yang signifikan.

Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, mengumumkan bahwa RUPS telah menyepakati pembagian dividen sebesar Rp14,75 per saham. Dengan total saham beredar sebanyak 4.084.435.300 lembar, nilai dividen yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham mencapai angka fantastis sekitar Rp60,25 miliar. Keputusan ini menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembalikan nilai kepada investor.

Selain pembagian dividen, para pemegang saham juga menyetujui penetapan sebagian laba bersih perusahaan sebagai dana cadangan serta laba ditahan. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur keuangan perseroan dan mendukung rencana ekspansi usaha yang ambisius di masa mendatang. “Pembagian dividen Rp14,75 per saham dan penyisihan dana cadangan Rp1,5 miliar,” ungkap Ivo Wangarry, merinci keputusan penting tersebut.

: Potensi HMSP Bagikan Dividen Tinggi Meski Kinerja 2025 Tersendat

Manajemen MINE turut menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Perseroan dengan tegas menyatakan bahwa seluruh dana IPO telah terealisasi 100% sesuai rencana awal, dialokasikan secara efektif baik untuk kebutuhan belanja modal maupun modal kerja. Hal ini menegaskan transparansi dan akuntabilitas perseroan dalam pengelolaan dana publik.

Sebagai informasi, MINE resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2025. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 612,67 juta saham, yang mewakili sekitar 15% dari modal ditempatkan dan disetor, berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp132,34 miliar. Keberhasilan ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan MINE di industri penunjang pertambangan.

: : Siap-Siap Taburan Pemanis Dividen Astra (ASII) 2026

Dari segi kinerja finansial, PT Sinar Terang Mandiri Tbk. menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan yang konsisten dan impresif selama tiga tahun terakhir. Pendapatan perseroan melonjak dari Rp1,76 triliun pada 2023 menjadi Rp2,12 triliun pada 2024, dan terus meningkat mencapai Rp2,36 triliun pada 2025. Peningkatan signifikan ini didorong oleh ekspansi volume pekerjaan dan stabilitas kontrak jangka panjang, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen jasa penambangan yang mencapai Rp2,18 triliun pada 2025.

Namun, seiring dengan masifnya ekspansi dan peningkatan operasional, struktur biaya perseroan juga mengalami penyesuaian. Total beban usaha tercatat meningkat menjadi Rp1,96 triliun pada 2025, naik dari Rp1,56 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini utamanya dipicu oleh kebutuhan operasional yang lebih besar, termasuk konsumsi bahan bakar, biaya tenaga kerja, serta investasi dalam perbaikan dan pemeliharaan alat berat. Selain itu, beban penyusutan juga mencatat peningkatan substansial menjadi Rp343,4 miliar dari Rp205,3 miliar pada 2024.

Meskipun demikian, perseroan tetap mampu mempertahankan profitabilitas yang relatif solid. Laporan menunjukkan bahwa EBITDA MINE stabil di kisaran Rp635 miliar pada 2025. Sementara itu, laba bersih sempat mencapai puncaknya hingga Rp306,1 miliar pada 2024 sebelum sedikit terkoreksi menjadi Rp202,0 miliar pada 2025, yang diakibatkan oleh lonjakan beban operasional dan depresiasi aset. Di tengah dinamika industri pertambangan, manajemen menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kinerja operasional yang prima dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

: : Astra Otoparts (AUTO) Tebar Dividen Rp819,35 Miliar, Cair 18 Mei 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *