
Scoot.co.id , JAKARTA — Emiten properti PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp4,10 miliar atau setara Rp4,04 per saham.
Head of Legal & Corporate Secretary GMTD Tubagus Syamsul Hidayat mengungkapkan pembagian dividen tersebut sesuai dengan hasil RUPS Tahunan yang digelar pada 24 April 2026. Dalam rapat tersebut, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp4.100.000.000 yang bersumber dari laba bersih tahun 2025.
“Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar Rp4.100.000.000 atau setara Rp4,04 per saham,” kata Syamsul dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/4/2026).
: Makin Tegang Sengketa Lahan Afiliasi Lippo (GMTD) dan Grup Kalla
Adapun jadwal pembagian dividen GMTD antara lain, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Mei 2026, serta ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Mei 2026.
Selanjutnya, cum dividen di pasar tunai pada 7 Mei 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 8 Mei 2026. Tanggal daftar pemegang saham (recording date) ditetapkan pada 5 Mei 2026.
: : GMTD Tegaskan Klaim Lahan 16 Ha PT Hadji Kalla Tidak Sah
“Tanggal pembayaran dividen tunai GMTD dijadwalkan pada 22 Mei 2026,” tambah Syamsul.
Manajemen menuturkan jadwal pelaksanaan dan tata cara pembayaran dividen tersebut telah dikoordinasikan dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Biro Administrasi Efek perseroan.
: : GMTD Tegaskan Kepemilikan Lahan 16 Ha di Tanjung Bunga
Perseroan juga menegaskan bahwa pembagian dividen tunai tahun buku 2025 tidak akan memengaruhi kelangsungan usaha.
Sebagai informasi, GMTD membukukan laba bersih sebesar Rp32,17 miliar sepanjang 2025. Adapun saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp28,07 miliar.
Sementara itu, total ekuitas GMTD mencapai Rp859,24 miliar hingga akhir Desember 2025.
Gowa Makassar Tourism Development Tbk. – TradingView _____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.