
Scoot.co.id JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) akan membagikan dividen senilai Rp40 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Nilai dividen ini lebih tinggi dari tahun lalu yang senilai Rp21 per lembar saham.
Direktur Keuangan Hartadinata Ong Deny, menerangkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) HRTA telah memutuskan pembagian dividen yang mengalami kenaikan 90,47% dibandingkan pembagian dividen tahun sebelumnya.
”Sesuai dengan hasil keputusan RUPS yang telah diselenggarakan pada pagi hari tadi, perseroan di tahun ini akan melakukan pembagian dividen sebesar Rp40 per lembar saham atau naik dari tahun yang lalu yang hanya Rp21 per lembar saham yang mana pelaksanaannya akan dilakukan pada tanggal 3 Juli 2026,” katanya dalam paparan publik Hartadinata, Rabu (3/6/2026).
: Harga Emas Stabil, Hartadinata (HRTA) Pede Raup Rp70 Triliun di 2026
Secara historis, pembagian dividen kali ini merupakan yang tertinggi sejak HRTA melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2017. Pada 2020 misalnya, HRTA membagikan dividen senilai Rp8 per saham, naik menjadi Rp10 per saham pada 2021, kemudian mencapai Rp12 per saham pada 2022.
Kenaikan itu konsisten terlaksana. Pada tahun buku 2023 misalnya, HRTA membagikan dividen senilai Rp15 per saham dan pada tahun buku 2024, perseroan membagikan dividen senilai Rp21 per saham.
Walaupun dividen per saham cenderung mengalami kenaikan, tetapi rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) HRTA cenderung fluktuatif sejak lima tahun belakangan. Tertinggi, DPR HRTA jatuh pada tahun buku 2021 dengan rasio mencapai 23,74%.
Torehan dividen tertinggi sepanjang sejarah HRTA, sejalan dengan kinerja fundamental HRTA pada tahun lalu. Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto memaparkan sepanjang 2025, perseroan berhasil meraup pendapatan Rp44,55 triliun atau tumbuh 144,39% secara tahunan dibandingkan dengan perode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp18,23 triliun.
Sejalan dengan melejitnya pendapatan, laba bersih HRTA turut melesat signifikan menjadi Rp978,49 miliar pada akhir tahun 2025. Capaian ini tumbuh 121,29% secara tahunan dari Rp442,18 miliar pada 2024.
Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, kinerja profitabilitas HRTA juga terus menguat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 7,76% dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 30,29%, sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas tetap stabil di level 1,39x.
Dari sisi kontribusi segmen usaha, penjualan didominasi oleh segmen grosir sebesar 87,57%, termasuk kontribusi dari Bullion Bank sebesar 71,22%, diikuti oleh segmen ritel sebesar 11,68% dan gadai sebesar 0,32%.
“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan, penguatan harga emas, serta kontribusi yang semakin solid dari segmen institusi seperti Bullion Bank dan jaringan ritel perseroan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.