
Scoot.co.id JAKARTA. Emiten investasi dengan portofolio bisnis terdiversifikasi, PT Indika Energy Tbk (INDY) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam RUPST ini, INDY kembali menegaskan visi jangka panjangnya terkait penguatan diversifikasi di sektor non-batubara termasuk pengembangan tambang emas Awak Mas, peningkatan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi langkah utama untuk mewujudkan pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan.
RUPST pun memutuskan menerima laporan tahunan 2025, mengesahkan laporan keuangan tahun 2025, memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan dalam tahun 2025, serta menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi INDY.
Medco Energi Internasional Teken Kesepakatan Gas 159 TBTU untuk Periode 2027–2037
Berikut ini adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi INDY usai persetujuan RUPST:
Dewan Komisaris
• Agus Lasmono sebagai Komisaris Utama
• Wishnu Wardhana sebagai Wakil Komisaris Utama
• Nurcahya Basuki sebagai Komisaris
• M. Arsjad Rasjid P.M. sebagai Komisaris
• Farid Harianto sebagai Komisaris Independen
• Feri Wibisono sebagai Komisaris Independen
Direksi
• Azis Armand sebagai Direktur Utama
• Deddy Hariyanto sebagai Direktur
• Retina Rosabai sebagai Direktur
• Johanes Ispurnawan sebagai Direktur
• Kamen Kamenov Palatov sebagai Direktur
Di samping itu, RUPST juga memutuskan persetujuan pembagian dividen tunai dengan total sebesar US$ 3.013.598 atau 50% dari laba bersih INDY yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025.
Besaran dividen final per saham tersebut akan menyesuaikan jumlah saham yang tercatat dan beredar pada tanggal pencatatan (recording date) yaitu 4 Juni 2026, dengan memperhatikan saham treasury hasil pembelian kembali (buyback) yang telah dialihkan sebelum recording date.
6 Platform Investasi Emas Aman Berizin OJK
“Perhitungan dividen per saham dalam mata uang Rupiah akan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 20 Mei 2026, dan tanggal pendistribusian dividen final tunai dijadwalkan pada tanggal 19 Juni 2026,” tulis Manajemen INDY dalam keterangan resmi, Kamis (21/5).
Pada perdagangan intraday Kamis (21/5), harga saham INDY untuk sementara terkoreksi 1,31% ke level Rp 2.260 per saham.