
Scoot.co.id JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kembali menegaskan posisinya sebagai pilar utama dalam pemenuhan kebutuhan energi domestik Indonesia. Komitmen kuat ini termanifestasi melalui penandatanganan serangkaian kesepakatan krusial terkait komersialisasi gas bumi.
Momen bersejarah ini terjadi dalam ajang prestisius Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50, yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada tanggal 20 Mei 2026. Penandatanganan ini tidak sekadar seremoni, melainkan langkah strategis berkelanjutan dari MEDC untuk menjamin ketersediaan pasokan gas bumi yang stabil bagi kemajuan energi nasional.
Fokus utama dari kesepakatan penting ini adalah Blok Sakakemang. Medco E&P Sakakemang B.V., yang bertindak mewakili mitra Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja (WK) Sakakemang sekaligus sebagai penjual gas bagian negara, telah menuntaskan penandatanganan kerangka Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Kesepakatan vital ini terjalin bersama dua entitas energi terkemuka, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Patra Niaga.
Secara agregat, volume penjualan gas dari Blok Sakakemang diproyeksikan mencapai total 159 TBTU. Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung selama periode satu dekade lebih, yakni dari tahun 2027 hingga 2037, dengan estimasi nilai transaksi yang luar biasa, mencapai sekitar US$ 1,296 miliar.
6 Platform Investasi Emas Aman Berizin OJK
Pengembangan Lapangan Sakakemang tidak berdiri sendiri; ia dirancang untuk terintegrasi dengan WK Corridor yang dikelola oleh Medco E&P Grissik Ltd. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas domestik yang telah ada, sekaligus memastikan efisiensi dan keandalan distribusi gas.
Tak berhenti di situ, pada kesempatan yang sama di IPA Convex, MEDC, melalui afiliasinya Medco E&P Grissik Ltd. yang mewakili para mitra KKKS WK Corridor, juga meneken Amandemen Keempat PJBG dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Amandemen krusial ini memperpanjang durasi penyaluran gas bumi dari Blok Corridor. Gas tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Gas (BBG) di berbagai wilayah strategis Indonesia bagian barat, meliputi Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Penyaluran ini, yang disesuaikan dengan alokasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ditetapkan sebesar 4 BBTUD dan akan berlangsung hingga tahun 2030.
Menyikapi rangkaian kesepakatan ini, Direktur & Chief Operating Officer Medco Energi Internasional, Ronald Gunawan, menegaskan, “Rangkaian kesepakatan ini mencerminkan komitmen MedcoEnergi untuk terus mendukung pemanfaatan gas bumi bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan lapangan, optimalisasi infrastruktur, dan kerja sama dengan berbagai pihak.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima Kontan pada Kamis (21/5).
Namun, di tengah kabar positif ini, pergerakan harga saham MEDC di lantai bursa menunjukkan dinamika yang berbeda. Pada perdagangan Kamis (21/5) pukul 13.38 WIB, harga saham MEDC tercatat anjlok sebesar 9,35%, mencapai level Rp 1.405 per saham.
RMK Energy (RMKE) Putuskan Bagi Dividen Tunai Rp 30 per Saham