
Scoot.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah tekanan sentimen domestik dan global yang masih membayangi pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 0,82% atau 52,18 poin ke level 6.318,50.
Tekanan pasar datang dari berbagai faktor, mulai dari aksi rebalancing MSCI, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), hingga kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pemerintah terkait ekspor sumber daya alam.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG sempat volatil pada sesi pertama perdagangan saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam sidang paripurna DPR.
IHSG Diproyeksi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (20/5)
Di saat yang sama, rupiah justru menguat ke kisaran Rp 17.685 per dolar AS setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Namun demikian, secara teknikal IHSG dinilai masih berada dalam tren pelemahan. Herditya menyebut pasar masih dibayangi tekanan dari aksi rebalancing MSCI serta sentimen regulasi sektor pertambangan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan sentimen global turut menekan pergerakan pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Investor masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik Iran yang belum mereda.
“Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi dan berpotensi menjaga tekanan inflasi global, sehingga membuka peluang bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat,” ujar Nico.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga merespons pidato Presiden Prabowo terkait kerangka anggaran 2027, khususnya rencana ekspor sumber daya alam melalui skema satu pintu lewat BUMN.
IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Cek Saham Rekomendasi Analis, Senin (18/5)
Menurut Nico, kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran investor terhadap potensi meningkatnya intervensi pemerintah dan dampaknya terhadap efisiensi serta tata kelola usaha.
Untuk perdagangan Kamis (21/5), Nico memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.150 hingga 6.400. Sementara level 6.100 dinilai menjadi area penting yang perlu dicermati investor.
Adapun Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support di 6.184 dan resistance di 6.388.
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain AMRT di kisaran Rp 1.555–Rp 1.635, HRTA pada rentang Rp 2.240–Rp 2.370, serta MBMA di level Rp 478–Rp 520 per saham.