IHSG berpeluang menguat terbatas pada Senin (20/4), ini rekomendasi sahamnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, selama sepekan terakhir IHSG mencatatkan kenaikan 2,35% yang didukung peningkatan volume pembelian.

“Investor masih mencermati negosiasi antara AS dan Iran yang belum menemukan titik temu, serta pergerakan harga emas yang menguat dan minyak dunia yang melemah,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Simak Rekomendasi Saham Sektor Batubara yang Layak Dilirik

Ia menambahkan, dari domestik, penguatan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham-saham konglomerasi.

Untuk perdagangan Senin (20/4/2026), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support di 7.374 dan resistance di 7.673. Sentimen pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Bank Indonesia serta perkembangan negosiasi AS-Iran.

Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni BBRI pada kisaran Rp 3.510-Rp 3.610, CMRY di rentang Rp 4.790-Rp 4.880, serta MDKA pada level Rp 3.470-Rp 3.590.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai pergerakan IHSG saat ini masih cenderung konsolidatif.

“IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi sambil menanti perkembangan konflik AS-Iran menjelang batas waktu gencatan senjata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menjelang berakhirnya periode gencatan senjata pada 21 April 2026, kedua negara kembali meningkatkan tensi melalui pernyataan keras, khususnya terkait Selat Hormuz.

Kondisi ini membuat investor global menanti kepastian apakah gencatan senjata akan diperpanjang atau justru terjadi eskalasi konflik yang lebih luas.

Dari sisi teknikal, Alrich menyebut IHSG masih bertahan di atas MA5 dan jauh di atas MA20, yang menunjukkan tren jangka pendek masih cukup kuat.

“IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran 7.700-7.750 sebelum mencoba menembus MA50 di sekitar 7.719,” jelasnya.

  MDKA Chart by TradingView  

Alrich memproyeksikan level support IHSG berada di 7.500, pivot di 7.600, dan resistance di 7.700.

Ia juga menambahkan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi pada pekan depan, seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pertumbuhan kredit, dan jumlah uang beredar dari domestik.

Sementara dari global, investor akan menanti rilis data penjualan ritel dan Michigan Consumer Sentiment dari Amerika Serikat, serta data ekonomi dari Eropa dan Asia.

Untuk rekomendasi saham, Alrich menyarankan investor mencermati MDKA, INTP, CLEO, WIIM, ULTJ, dan NCKL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *