
Scoot.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Hari ini, sentimen pasar datang dari hasil review FTSE Russel periode Juni 2026 yang mendepak 8 saham Indonesia seperti DSSA hingga GOTO.
Melansir IDX Mobile pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 1,21% atau 74,32 poin ke 6.201. Pasar mengawali sesi dengan transaksi 1,01 miliar saham senilai Rp1,24 triliun.
Mayoritas saham top big market cap menguat, seperti BBCA yang dibuka naik 0,88% ke Rp5.750, BREN naik 20% ke Rp3.960, BBRI menguat 2,71% ke Rp3.030, dan BMRI dibuka naik 1,47% ke Rp4.140. Sementara itu, saham DCII belum berubah di posisi Rp195.000.
: IHSG Diproyeksi Sideways, Cek Saham DEWA hingga UNTR
Sementara melihat pergerakan saham-saham yang dikeluarkan dari FTSE, DSSA justru menguat 11,79% ke Rp550, GOTO tak berubah di level Rp50, DAAZ dibuka menguat 0,99% ke Rp1.535.
Sementara itu, MLIA masih stagnan di Rp248, dan HILL juga belum berubah di level Rp16.
: : IHSG Sepekan Melemah 0,56% ke 6.127,38, Asing Net Sell Rp53,97 Triliun
Di sisi lain, harga saham DOID pagi ini turun 0,96% ke Rp206, CNMA melemah 3,96% ke Rp97, dan NCKL dibuka turun 1,69% ke Rp875.
Adapun, dalam pengumuman FTSE Global Equity Index Series Review June 2026, 8 saham Indonesia dikeluarkan dari daftar. DSSA didepak dari large cap, GOTO dan NCKL dikeluarkan dari kelas mid cap, sedangkan CNMA, DAAZ, DOID, HILL dan MLIA dikeluarkan dari micro cap. Pada review kali ini, tidak ada saham baru Indonesia yang masuk.
: : IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 6.127, Saham TPIA hingga BBCA Terkoreksi
Berbicara proyeksi pasar hari ini, tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di area resistance 6.200 dan support 6.000. Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit.
“Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300,” tulis analis.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.