IHSG diyakini bakal rebound, Pandu Sjahrir sebut investor hanya perlu kepastian soal BUMN ekspor

 

Scoot.co.id – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pengumuman pembentukan skema badan usaha milik negara (BUMN) untuk ekspor dinilai hanya bersifat sementara.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir meyakini pasar akan kembali pulih setelah investor memperoleh kepastian terkait implementasi kebijakan tersebut.

Menurut Pandu, penurunan IHSG terjadi karena pelaku pasar masih menunggu kejelasan mengenai dampak dan mekanisme kebijakan baru pemerintah tersebut terhadap aktivitas ekspor nasional.

“IHSG jatuh setelah pengumuman tentunya sama kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga, pengen tahu hasilnya. Ya insya Allah pasti baik lah,” ujar Pandu saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5).

30 Jamaah Embarkasi Surabaya Gagal Berangkat pada Musim Haji 2026

Ia menegaskan pemerintah akan tetap memperhatikan respons pasar terhadap kebijakan tersebut. Sebab, menurutnya, pergerakan pasar menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas kebijakan ekonomi yang dijalankan.

Pandu juga optimistis IHSG dapat segera mengalami rebound seiring meningkatnya pemahaman investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

“Optimistis (rebound) secepatnya,” jelasnya.

Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pemerintah mengumumkan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor komoditas strategis.

Menurutnya, penurunan pasar terjadi karena pelaku pasar belum memahami dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Ia meyakini pasar akan berbalik positif setelah memahami manfaat kebijakan tersebut terhadap kinerja perusahaan.

“Mungkin mereka (investor) belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kan kalau ada ketidakpastian, biasanya takut jual dulu. Tapi kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya akan naik,” ujar Purbaya.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5). Mengutip data RTI, Indeks saham melemah 223,56 poin berada di level 6.094 atau minus 3,54 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp18,49 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,77 miliar saham. Pada saat penutupan, sebanyak 663 saham berdarah, hanya 88 saham menguat dan 94 stagnan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *