
Scoot.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026). Meskipun begitu, sejumlah emiten seperti AMRT, CPIN, hingga MIKA masih mencatatkan pertumbuhan hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 2,46% ke level 436,06. Dari 27 konstituen, sebanyak 6 saham menguat, 20 melemah, dan 1 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 2,49% ke Rp1.440, diikuti saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 2,40% ke Rp4.270, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 1,54% ke Rp1.650.
: IHSG Terdampak Respons Ekspor Satu Pintu, Purbaya Yakini Valuasi Emiten SDA Justru Naik
Selain itu, penguatan harga saham juga dialami oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang naik 1,39% ke Rp1.825, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) naik 1,35% ke Rp1.505, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 0,34% ke Rp1.485.
Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang turun 14,84% ke Rp1.320, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 14,39% ke Rp565, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 11,64% ke Rp334, dan PT Astra International Tbk. (ASII) turun 6,28% ke Rp5.600.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, MIKA Naik ke Zona Hijau
Begitu juga dengan kinerja saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 5,20% ke Rp164, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 4,35% ke Rp440, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 4,19% ke Rp2.970.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di rentang level support 6.200 dan resistance 6.450. Pada perdagangan Rabu (20/5) sebelumnya, IHSG ditutup koreksi tipis sebesar 0,82% ke 6.318.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MIKA, TLKM, hingga JPFA Masih Melaju
“Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200-6.250 dan resistance pada 6.400-6.450,” tulis analis, Kamis (21/5/2026).
Kemarin indeks komposit bergerak fluktuatif dan sempat menguat meski pada akhirnya ditutup di zona merah. Pasar bereaksi atas pidato Presiden Prabowo di DPR yang menyampaikan asumsi dasar makro ekonomi RAPBN 2027.
Sejumlah poin yang dipaparkan Prabowo antara lain adalah target defisit anggaran 2027 sebesar 1,8%-2,4% dari PDB, pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8%-6,5%, inflasi 1,5%-3,5%, nilai tukar rupiah di Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, serta suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,5%-7,3%.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan pemerintah akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Aturan tersebut akan dimulai dari komoditas CPO, batu bara dan paduan besi. Apa yang telah disampaikan Prabowo akan menjadi sentimen pasar untuk perdagangan hari ini.
“Diperkirakan investor akan cenderung wait and see terlebih dulu menyikapi asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA tersebut,” ujar analis.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa pasar juga akan merespons kebijakan moneter yang diambil bank sentral.
Dalam RDG Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di angka 5%. Analis menilai langkah tersebut diambil untuk mendorong penguatan rupiah dan menahan tekanan capital outflow dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan support di 6.220 dan resistance di 6.635. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis FOMC Minutes The Fed serta data domestik seperti Current Account dan M2 Money Supply sebagai katalis lanjutan,” kata analis.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.