
Scoot.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). Meskipun begitu, saham AMRT dan BBNI masih mampu bergerak menguat hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 2,12% ke level 446,76. Dari 27 konstituen, sebanyak 2 saham menguat, 23 melemah, dan 2 saham stagnan.
Penguatan harga saham dialami oleh saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 2,12% ke Rp1.445, diikuti saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 0,26% ke Rp3.810.
: IHSG Ditutup Melemah ke 6.370, Menanti Putusan BI Rate
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) stagnan hingga perdagangan sore hari.
Sebaliknya, kinerja lesu dipimpin oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang ambles 14,97% ke Rp1.590, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 11,85% ke Rp476, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 11,82% ke Rp388.
: : Spekulasi Badan Ekspor Bayangi IHSG, Pejabat ESDM Sebut Begini
Selain itu, pelemahan juga dialami oleh saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 9,71% ke Rp186, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 8,70% ke Rp1.470, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 7,48% ke Rp4.950, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turun 7,02% ke Rp2.650.
Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berisiko koreksi jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu (20/5/2026).
: : OJK Sebut Pelemahan IHSG ke Level 6.396,26 Masih dalam Tahap Wajar
Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
“Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.307-6.379,” tulis MNC Sekuritas, Selasa (19/5/2026). Analis memperkirakan level support IHSG ada di area 6.270 dan 6.148, serta di level resistance 6.640 dan 6.745.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.