
Scoot.co.id JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026). Sejumlah saham, seperti PTBA, MEDC, hingga JPFA tercatat menguat hingga perdagangan sore hari.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup menguat 0,07% ke level 447,06. Dari 27 konstituen, sebanyak 10 saham menguat, 15 melemah, dan hanya 2 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang naik 6,42% ke Rp2.820, diikuti saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 5,44% ke Rp1.550, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 5,18% ke Rp2.640.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang naik 2,71% ke Rp4.170, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 2,42% ke Rp4.230, dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,31% ke Rp3.100.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 20 Mei 2026
Sebaliknya, pelemahan dialami oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang turun 6,99% ke Rp173, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 6,60% ke Rp1.485, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 4,97% ke Rp1.625.
Senasib, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turut melemah 4,29% ke Rp2.230, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turun 3,90% ke Rp8.000, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 3,36% ke Rp460.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di rentang level support 6.250 dan resistance di 6.500. Pada perdagangan Selasa (19/5), indeks komposit melemah 3,46% ke level 6.370.
Analis menilai bahwa pelemahan tersebut adalah akibat dari tekanan jual setelah beredarnya rumor pemerintah berencana untuk mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara.
“Sejumlah komoditas yang dirumorkan akan diatur di antaranya batu bara, CPO hingga mineral logam. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan,” tulis analis dalam risetnya, Rabu (20/5/2026).
Menilik sentimen yang menyertai IHSG, pasar akan menunggu pernyataan Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 hari ini, Rabu (20/5). Ini merupakan pertama kalinya Kepala Negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan.
Selain itu, investor juga mengantisipasi hasil RDG Bank Indonesia yang akan diumumkan Rabu (20/5), di mana menurut konsensus, Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5% dalam rangka untuk meredam pelemahan rupiah.
Pasar juga menyoroti sejumlah data ekonomi yang akan dirilis. Dari sektor jasa keuangan, pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9,7% YoY dari 9,49% YoY di Maret 2026. Sedangkan dari sisi fiskal, defisit APBN mencapai Rp164,4 triliun atau setara 0,64% PDB per 30 April 2026, lebih rendah dibandingkan defisit pada Maret 2026 yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% PDB.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level 6.400 dengan volume jual yang meningkat, sehingga IHSG diperkirakan berpotensi uji level support di 6.250-6.300,” tulis analis.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.