Joint venture TPIA & Glencore kucurkan US$ 80 juta, tambah kapasitas pabrik etilena

Scoot.co.id JAKARTA. Perusahaan patungan antara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore, yakni Aster Chemicals & Energy, telah mengambil keputusan investasi akhir (final investment decision) untuk melanjutkan proyek senilai US$ 80 juta untuk memperluas kapasitas ekspor etilena (C2) di Kompleks Cracker Etilena, Singapura. 

Kontrak untuk pekerjaan rekayasa dan konstruksi telah diberikan kepada beberapa mitra, dengan Toyo Engineering Corporation dan UTOC Engineering Pte Ltd sebagai dua mitra utama.

Sebagai catatan, kontrak tersebut mencakup rekayasa detail, pengadaan, dan konstruksi untuk pemasangan sistem pendingin etilena paralel, dan perluasan logistik ekspor etilena di kawasan Bukom.

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah: Ditutup ke Rp 17.706 Per Dolar AS Hari Ini (19/5)

Dengan target penyelesaian pada 2027, proyek infrastruktur ini akan melipatgandakan kapasitas ekspor etilena Bukom dan memperdalam integrasi antara Bukom dan fasilitas cracker milik TPIA di Cilegon, Banten, sehingga memperkuat rantai nilai turunan C2 end to end di kedua lokasi tersebut. Hal ini juga memperkuat peran Singapura sebagai simpul strategis dalam jaringan pasokan petrokimia di kawasan ini.

Toyo Engineering Corporation membawa keahlian yang luas dalam rekayasa dan konstruksi fasilitas pengolahan hidrokarbon di seluruh Asia dengan rekam jejak yang kuat dalam proyek penyulingan dan petrokimia yang menuntut. 

Sementara itu, UTOC Engineering yang didirikan di Singapura akan memberikan kemampuan khusus dalam konstruksi pabrik industri. Kedua mitra dipilih karena kemampuan teknis, disiplin operasional, dan kontribusi mereka kepada Singapura melalui peran terampil dan aktivitas proyek khusus yang dihasilkan pekerjaan ini secara lokal.

Direktur Proyek & Teknologi Aster, Mashhad Dohadwala mengatakan, pemberian kontrak ini membawa Aster dengan mantap ke fase pelaksanaan visi perusahaan untuk membangun kapasitas ekspor etilena yang lebih besar, keandalan pasokan yang lebih kuat, dan integrasi yang lebih dalam di seluruh rantai nilai perusahaan. 

Penyempurnaan Ketentuan Unitlink Digodok, OJK Rencana Tingkatkan dari SEOJK Jadi POJK

Seiring dengan meningkatnya permintaan etilena di Asia, kemampuan Singapura untuk berfungsi sebagai tempat ekspor yang andal dan berkapasitas tinggi sangat penting secara komersial bagi pelanggan Aster. Singapura juga menjadi tempat yang strategis bagi Aster dalam pengembangan jaringan energi dan kimia global. 

“Toyo dan UTOC adalah mitra yang tepat untuk membantu kami mewujudkan hal itu,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

Direktur Eksekutif Senior–Unit Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Toyo, Eiji Sakata menambahkan, pihaknya merasa terhormat telah mendapatkan proyek Perbaikan Unit Pendingin Etilen yang memainkan peran kunci dalam inisiatif Aster untuk memperluas kapasitas ekspor etilennya. Dengan berbekal pengalaman luas dengan pabrik yang ada, Toyo berkomitmen untuk memberikan pelaksanaan yang andal dan berkualitas tinggi untuk mendukung keberhasilan realisasi proyek ini. 

“Melalui proyek ini, kami bertujuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan ekspor etilen dan lebih memperkuat kemitraan kami dengan Aster,” tutur dia.

Direktur Senior UTOC, Kelvin Yeo mengaku pihaknya sangat merasa terhormat mendapatkan kontrak ini dan kesempatan untuk membangun kolaborasi yang lebih besar antara Aster dan UTOC. UTOC sepenuhnya berkomitmen untuk memberikan hasil yang melebihi ekspektasi dalam hal keselamatan, kualitas dan pelaksanaan proyek. 

“Meskipun kami memperkirakan tantangan dalam lanskap yang selalu berubah ini, dengan kemitraan yang tepat, kami berada di posisi yang baik untuk menghadapi tantangan tersebut dan berharap dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa bersama,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *