Trans Power Marine (TPMA) tebar dividen Rp146,85 miliar dari laba 2025

Scoot.co.id , JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2025 sebesar Rp146,85 miliar atau Rp42 per saham.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai US$17,86 juta.

“Untuk tahun buku 2025 perseroan membagikan dividen sebesar Rp42 per saham dengan pay out ratio di angka 47,5%,” kata Direktur TPMA Rudy Sutiono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2025).

: Trans Power Marine (TPMA) Bukukan Laba Bersih US$17,86 Juta di 2025

RUPST juga menyetujui pengangkatan Patricia Pratiwi Suwati Prasatya sebagai Wakil Direktur Utama TPMA.

Rudy memaparkan, 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan. Perekonomian global masih dibayangi oleh perang dagang Amerika Serikat (AS) China yang memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Perlambatan di berbagai sektor industri turut mendorong normalisasi sisi suplai dan permintaan dari berbagai komoditas. 

Sepanjang 2025, komoditas batu bara mendominasi angkutan perseroan yang pangsanya mencapai 94,3%. Di tengah tantangan global, Rudy melihat batu bara domestik masih memainkan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri, termasuk bagi pembangkit listrik di berbagai kawasan Asia, sehingga ekspor tetap menjadi salah satu pilar penting industri ini.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi produksi batu bara nasional sebesar 790 juta ton pada 2025, lebih rendah dibandingkan realisasi 2024 sebesar 835 juta ton. Meskipun demikian, dia menilai volume produksi tersebut tetap memberikan dukungan yang berarti bagi industri pelayaran nasional sebagai salah satu mata rantai penting dalam rantai pasok industri batu bara.

“Perseroan secara konsolidasi membukukan pendapatan sebesar US$113,4 juta pada 2025, atau turun 5% dibandingkan 2024,” jelasnya.

: : Trans Power Marine (TPMA) Sedia Rp80 Miliar untuk Buyback Saham

Sebagai antisipasi penurunan volume produksi batu bara nasional dan harga batu bara acuan (HBA), Rudy menjelaskan bahwa TPMA melakukan penyesuaian tarif angkutan guna menjaga keberlangsungan industri batu bara secara keseluruhan. 

Penyesuaian ini berdampak pada margin perseroan, dengan laba kotor tercatat sebesar US$32,4 juta, atau turun 24% dibandingkan 2024.

Adapun, pada 2025 perseroan dan entitas anak telah menerima 13 unit kapal tunda,14 unit tongkang, dan 1 unit floating crane yang telah dipesan dari beberapa tahun sebelumnya. Rudy bilang, hal itu sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan perseroan di tengah tantangan industri saat ini.

“Untuk 2026, perseroan dan entitas anak direncanakan akan menerima 7 unit kapal tunda dan 9 unit tongkang yang telah dipesan pada tahun sebelumnya, dengan total nilai capital expenditure diperkirakan mencapai kurang lebih US$26 juta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *