Laba bersih tergerus 20% di 2025, begini rekomendasi saham TLKM

Scoot.co.id JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan penurunan laba bersih di sepanjang 2025. Hal ini dipengaruhi oleh penyajian ulang dan percepatan depresiasi yang dilakukan Telkom.

Melansir laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (12/5), TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp 145,74 triliun. Ini turun sekitar 2,15% secara tahunan dari Rp 149,96 triliun. 

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% secara year on year (yoy) menjadi Rp 17,81 triliun di sepanjang 2025 dari raihan 2024 yang mencapai Rp 22,40 triliun. 

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Rupiah dan MSCI Masih Jadi Tekanan

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan kinerja Telkom tahun buku 2025 lebih banyak dipengaruhi faktor non-operasional seperti percepatan depresiasi aset dan penyesuaian klasifikasi aset tertentu. 

“Sehingga dampaknya cenderung bersifat sementara terhadap laba bersih. Dari sisi operasional, bisnis inti Telkom masih relatif solid, terutama data dan broadband,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (12/5). 

Dalam jangka panjang, Sukarno langkah ini justru bisa membuat struktur aset dan efisiensi perseroan lebih sehat. Dia menilai masih ada potensi perbaikan pendapatan untuk sepanjang 2026. 

“Potensi perbaikan top line masih terbuka didorong pertumbuhan data, IndiHome, dan monetisasi bisnis digital meski kemungkinan masih bertahap,” katanya. 

Lebih lanjut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga di Rp 4.000 per saham. Pada akhir perdagangan Selasa (12/5), TLKM parkir di level Rp 2.950 per saham. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *