MPPA sebut kehadiran Kopdes Merah Putih tak langsung ubah persaingan ritel

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten terafiliasi Grup Lippo dan pengelola jaringan Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengungkapkan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum secara langsung mengubah peta persaingan ritel modern secara material.

Pasalnya, model usaha MPPA berfokus pada ritel modern dengan format yang beragam, antara lain supermarket, hypermarket serta ekosistem ritel pendukung lainnya yang memiliki cakupan produk, standar operasional, sistem rantai pasok dan pengalaman berbelanja yang berbeda.

Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto mengatakan kehadiran KDMP sebagai bagian dari dinamika perkembangan ekosistem perdagangan dan distribusi barang kebutuhan pokok di Indonesia, khususnya dalam rangka memperkuat akses masyarakat terhadap produk kebutuhan sehari-hari di tingkat desa dan kelurahan.

Rekomendasi Teknikal Saham INDF, INCO, dan PTRO untuk Kamis (4/6)

Meski begitu, perusahaan tetap mencermati perkembangan KDMP sebagi bagian dari lanskap kompetisi yang perlu dimonitor secara berkelanjutan, khususnya apabila di kemudian terdapat perluasan fungsi, skala operasional maupun pola distribusi KDMP yang bersinggungan dengan segmen pasar MPPA.

Mirtha juga menyampaikan sampai saat ini tidak terdapat penutupan gerai MPPA yang disebabkan secara langsung oleh pendirian atau peluncuran KDMP.

Penyesuaian portofolio gerai, apabila ada, merupakan bagian dari evaluasi bisnis rutin dengan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain kinerja masing-masing gerai, potensi pasar, struktur biaya, masa sewa, kondisi lokasi, serta strategi optimalisasi jaringan usaha perseroan.

“Perseroan akan tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan KDMP di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan area operasional,” kata Mirtha di keterbukaan informasi, Rabu (3/6/2026).

Pendirian KDMP juga disebut belum memberikan dampak material terhadap rantai pasok perusahaan. MPPA memiliki jaringan rantai pasok yang terintegrasi dan didukung oleh hubungan kerja sama dengan berbagai pemasok, distributor, serta sistem pengadaan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional gerai Perseroan secara nasional. 

Oleh karena itu, perusahaan menilai bahwa keberadaan KDMP belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan barang, harga pembelian, maupun kelancaran distribusi barang ke gerai Perseroan.

Namun demikian, MPPA tetap mencermati potensi perubahan pola distribusi barang kebutuhan pokok di pasar, termasuk apabila kehadiran KDMP di masa mendatang berdampak pada pola permintaan, alokasi pasokan, maupun struktur distribusi di tingkat regional.

Adapun rencana ekspansi MPPA tetap dilakukan selektif sambil mempertimbangkan kondisi pasar, potensi wilayah, profil konsumen, tingkat kompetisi, ketersediaan lokasi yang strategi hingga kelayakan ekonomi dari masing-masing gerai. MPPA juga tetap mempertimbangkan perkembangan kompetitor, termasuk kompetitor berbasis koperasi atau regional.

“Dengan demikian, kehadiran KDMP akan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pemetaan pasar, namun tidak mengubah secara material arah ekspansi jangka menengah perusahaan saat ini,” jelasnya.

PMI Manufaktur Indonesia Mulai Mendaki, Cek Efeknya ke Emiten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *