Pasar memantau RUPS TLKM, keberlanjutan manajemen jadi perhatian

Scoot.co.id JAKARTA. . PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) segera menggelar aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun. Nilai tersebut meningkat dari rencana awal yang sebesar Rp 1 triliun.

Sebelum merealisasikan aksi korporasi tersebut, TLKM akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung hari ini pada 8 Juni 2026. Jika memperoleh restu pemegang saham, periode buyback mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai aksi buyback tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan saham TLKM, meski dampaknya cenderung berlangsung secara bertahap.

Menurut Wafi, besaran buyback tersebut cukup membantu menjaga stabilitas harga saham dalam jangka pendek, tetapi belum cukup besar untuk mendorong re-rating saham secara signifikan.

Buyback di level support akan lebih efektif sebagai price floor. Namun, faktor eksternal seperti kurs rupiah, isu MSCI, dan risk premium masih lebih dominan sebagai penentu harga jangka pendek,” ujar Wafi kepada Kontan, Jumat (5/6).

IHSG Ambles Lebih dari 3% di Awal Perdagangan Senin (8/6), Sentimen Global Menekan

Selain program buyback, perhatian investor saat ini juga tertuju pada hasil RUPS TLKM. Pasar menilai, agenda tersebut penting karena berkaitan dengan kesinambungan kepemimpinan dan arah transformasi bisnis perseroan ke depan.

“Stabilitas manajemen menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor,” kata Sabrina Analis Trimegah Sekuritas, Senin (8/6). Beberapa waktu terakhir TLKM menghadapi dinamika perubahan manajemen yang cukup sering sehingga memengaruhi sentimen pasar terhadap saham perusahaan.

Di tengah kondisi tersebut, pasar menaruh harapan agar jajaran direksi dan manajemen yang saat ini memimpin, terutama Direktur Utama dan Direktur Keuangan  dapat melanjutkan program transformasi yang telah berjalan.  

“Dirut saat ini  terbaik dari kualitas dan kapabilitas. Sehingga harus diberi kesempatan untuk memperbaiki Telkom. Jika manajemen digoyang terus okeh tekanan politik, transformasi di Telkom terhambat dan kinerja serta harga saham berpotensi memburuk,” papar Sabrina.

Keberlanjutan strategi dinilai penting untuk menjaga momentum perbaikan kinerja dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Market melihat kombinasi direksi, manajemen, dan komisaris yang ada saat ini relatif solid serta menunjukkan harapan terhadap perbaikan kinerja perusahaan ke depan. Stabilitas kepemimpinan akan menjadi faktor penting untuk menjaga market confidence,” kata Sabrina. 

Hasil RUPS berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan saham TLKM dalam jangka menengah. Wafi memperkirakan, harga wajar saham TLKM berada di level Rp 3.400 per saham. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *