Pasar Saham Ambrol, IHSG Minggu 3 Mei 2026 Paling Buruk Di Tingkat Global

Scoot.co.id JAKARTA. Tekanan berat menyebabkan pasar saham Indonesia sepanjang pekan ketiga Mei 2026 ambrol. Bahkan, kinerja pasar saham Indonesia paling jeblok dibandingkan negara lain di dunia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan cukup dalam sepanjang tahun 2026.

Meski sempat rebound pada perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG masih mencatatkan performa terburuk dibandingkan indeks saham negara lain berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG menguat 67,10 poin atau 1,10% ke level Rp 6.162,04. Sebanyak 449 saham menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

Namun, penguatan tersebut belum mampu mengangkat kinerja mingguan IHSG yang masih turun 8,35% dalam sepekan terakhir.

IHSG sendiri merupakan indikator utama yang mencerminkan kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini juga dikenal sebagai IDX Composite Index.

BEI secara rutin membandingkan performa IHSG dengan indeks saham dari 34 negara lainnya dalam laporan statistik harian.

Tonton: BMKG Warning! El Nino Kuat Diprediksi Hantam Indonesia Mulai Juni 2026

IHSG Jadi yang Terburuk di ASEAN

Berdasarkan data year-to-date hingga 22 Mei 2026, IHSG tercatat turun 28,74%. Angka tersebut menjadikan IHSG sebagai indeks saham dengan performa terburuk di kawasan ASEAN.

BEI mencatat indeks saham negara ASEAN yang meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Posisi di atas Indonesia ditempati oleh indeks saham Filipina atau PSEi Index yang hanya turun 1,51% ke level 5.961,40.

Sementara itu, indeks saham Thailand atau SET Index justru menjadi yang terbaik di ASEAN dengan kenaikan 22,15% ke level 1.538,67.

Tonton: Prabowo Kumpulkan Tokoh Era SBY, Belajar Cara Hadapi Ancaman Krisis Ekonomi

Kinerja IHSG Kalah dari Asia Pasifik

Jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Pasifik seperti Australia, China, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, posisi IHSG juga masih tertinggal jauh.

IHSG berada di peringkat ke-13 atau posisi terbawah dalam daftar performa indeks saham Asia Pasifik.

Di atas Indonesia terdapat indeks saham India, S&P BSE SENSEX Index, yang turun 11,53% ke level 75.392,49.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan atau KOSPI menjadi yang terbaik di kawasan Asia Pasifik dengan kenaikan fantastis mencapai 86,22% ke level 7.847,71.

Aluminium, Timah, dan Nikel Masih Berpeluang Reli pada Kuartal III-2026

IHSG Jadi yang Terburuk Secara Global

Secara global, IHSG juga tercatat menjadi indeks saham dengan performa paling lemah dibandingkan 34 negara lainnya yang dipantau BEI.

Indonesia berada di posisi ke-35 atau peringkat terakhir dalam daftar performa indeks saham dunia.

Negara yang berada satu tingkat di atas Indonesia adalah India.

Adapun indeks saham Korea Selatan masih menjadi yang terbaik secara global, sedangkan SET Index Thailand berada di posisi keempat dunia.

Sementara itu, indeks saham Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average, mencatatkan kenaikan 4,62% ke level 50.285,66 dan berada di posisi ke-17 global.

Indeks saham Inggris, FTSE 100 Index, juga menguat 5,56% menjadi 10.483,17 dan menempati posisi ke-15 dunia.

Tekanan terhadap IHSG sepanjang tahun ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar dana asing (foreign outflow), hingga tingginya volatilitas pasar global.

Selain itu, sentimen terhadap kebijakan ekonomi domestik dan kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar turut memberi tekanan terhadap pergerakan indeks saham Indonesia.

   

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/23/200000365/perbandingan-ihsg-dengan-indeks-saham-negara-lain-jadi-yang-terburuk?page=all#page2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *