Pasokan polimer aman, Chandra Asri (TPIA) resmi cabut status force majeure

Scoot.co.id JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencabut status force majeure yang sebelumnya diberlakukan terkait pasokan polymer dan monomer. Ini sejalan dengan kondisi operasional yang semakin stabil. 

Suryandi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group menjelaskan keputusan ini diambil setelah TPIA berhasil menjalankan berbagai langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global.

Suryandi bilang TPIA secara proaktif mengamankan sumber bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional, mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat (AS). 

Indosat (ISAT) Bakal Bagi Dividen Rp 3,57 Triliun, Ini Potensi Yieldnya

“Langkah tersebut ditempuh meskipun menghadapi tantangan logistik dan biaya pengadaan yang lebih tinggi,” jelas Suryandi dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026). 

Adapun pengiriman dari AS memerlukan waktu sekitar 50 hari sampai dengan 70 hari. Ini lebih panjang dibandingkan pasokan dari Kawasan Timur Tengah yang umumnya berkisar 15 hari sampai 20 hari. 

Naphta dari AS juga berada pada kisaran US$ 150–US$ 200 per metrik ton lebih tinggi dari pasokan Timur Tengah. Suryandi bilang upaya ini ditempuh karena TPIA memprioritaskan kebutuhan domestik di kondisi global saat ini. 

Makin Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,17% ke Rp 17.424 Per Dolar AS, Selasa (5/5)

“Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant Chandra Asri,” kata dia. 

Kebijakan ini mendukung optimalisasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang merupakan bahan baku utama bagi berbagai sektor strategis seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan dan barang konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *