
Scoot.co.id JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar US$172,29 juta atau Rp125,60 per saham. Keputusan perseroan membagikan dividen tunai dari laba bersih 2025 telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.
Melansir keterbukaan informasi yang tayang pada 25 Mei 2026, PGN menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 Juni 2026. Sedangkan tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026.
Sementara itu, tanggal cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 8 Juni 2026, dan tanggal ex dividen di pasar tunai ditetapkan pada 9 Juni 2026.
Kemudian, tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai PGAS ditetapkan pada 8 Juni 2026. Berikutnya, tanggal pembayaran dividen dilakukan pada 24 Juni 2026.
: Lo Kheng Hong Kecipratan Dividen PGN (PGAS) Puluhan Miliar
Adapun, sepanjang 2025 PGAS meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$215,36 juta. Dengan demikian, nilai yang dibagikan perseroan kepada pemegang saham mewakili dividend payout ratio sebesar 80%.
Laba bersih PGAS sepanjang 2025 tersebut secara year on year (YoY) mengalami koreksi 36,55% dibandingkan laba bersih 2024 sebesar US$339,43 juta. Memasuki 2026, kinerja perseroan berangsur pulih setelah mengalami koreksi.
Sepanjang triwulan pertama 2026, laba bersih PGAS membaik dengan pertumbuhan 31,43% YoY dari US$62,02 juta menjadi US$90,45 juta.
Menilik aktivitas bisnis perseroan, PGAS mengumumkan telah meneken kontrak baru dengan INPEX Masela Ltd. untuk menyerap produksi LNG dan gas bumi dari proyek abadi LNG di Blok Masela untuk periode pengiriman yang diperkirakan dimulai pada 2033 dengan jangka waktu 15 tahun.
Tahun ini manajemen PGAS mempertahankan target return on asset (ROA) di level 6% dan target return on invested capital (ROIC) sebesar 6,7%.
Perusahaan Gas Negara Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.