Polisi akan periksa perusahaan taksi Green SM soal kecelakaan kereta Bekasi

Polda Metro Jaya terus intensif menyelidiki insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu. Hingga kini, aparat kepolisian telah memeriksa total 31 orang saksi untuk menguak secara tuntas duduk perkara tragedi memilukan tersebut. Penyelidikan juga akan diperluas dengan menggali keterangan dari pihak perusahaan taksi Green SM.

Sejumlah pihak yang telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya meliputi pelapor, pengemudi taksi yang terlibat, penjaga palang pintu, hingga petugas operasional dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero). Saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian, para korban, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tragis itu pun turut diperiksa untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5), seperti dikutip Antara, menegaskan bahwa penanganan perkara ini telah memasuki tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Untuk melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh, polisi juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Sejumlah langkah sigap telah diambil oleh kepolisian dalam proses investigasi ini. Di antaranya adalah pemeriksaan menyeluruh tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti krusial, pendalaman rekaman CCTV, serta koordinasi intensif dengan rumah sakit terkait penanganan para korban. Semua upaya ini dilakukan guna memastikan kejelasan dan akurasi informasi.

Potret Perlintasan Sebidang yang jadi TKP Taksi Tertemper KRL di Bekasi (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

Tragedi ini sontak memicu reaksi serius dari pemerintah, yang berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. Bahkan, Menteri Perhubungan telah menyampaikan akan mengevaluasi secara khusus pihak perusahaan taksi Green SM. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui Instagram Sekretariat Kabinet pada Selasa (28/4), menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menata sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api secara komprehensif.

Dampak dari kecelakaan mengerikan ini sangatlah besar, menelan total 16 korban jiwa dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Sebagai respons serius, Presiden Prabowo Subianto turut angkat bicara dan berencana akan menutup permanen perlintasan sebidang rel kereta dengan jalan raya di Bekasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan tersebut dipicu oleh mogoknya sebuah taksi Green SM persis di tengah perlintasan sebidang. Diduga kuat, insiden ini akibat gangguan sistem kelistrikan pada kendaraan tersebut. Tak terhindarkan, taksi nahas itu kemudian ditabrak oleh KRL yang melintas.

Kecelakaan tragis itu tidak berhenti di situ. Sebagai akibat dari tabrakan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang yang telah berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur, justru mengalami insiden kedua. Gerbong belakang kereta tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, memperparah musibah dan merenggut lebih banyak nyawa penumpang yang tak bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *