Ringkasan Berita:
- Luky Alfirman dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu oleh Purbaya Yudhi Sadewa dan digantikan pelaksana harian.
- Sosok eks anak buah Sri Mulyani Indrawati ini dikenal lama berkarier di Kemenkeu dan pernah menjabat sejumlah posisi strategis.
- Pencopotan tersebut memicu sorotan publik serta spekulasi terkait dinamika internal dan arah kebijakan fiskal ke depan.
Scoot.co.id Nama Luky Alfirman mendadak jadi sorotan publik usai dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
Keputusan tersebut disebut-sebut diambil oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memicu perhatian luas di kalangan pemerintahan dan ekonomi.
Luky Alfirman sendiri bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Ia dikenal sebagai pejabat karier yang telah lama berkiprah dalam pengelolaan fiskal dan kebijakan anggaran negara.
Kariernya juga tak lepas dari sosok Sri Mulyani Indrawati, di mana Luky pernah menjadi salah satu anak buah kepercayaannya.
Selama menjabat Dirjen Anggaran, Luky berperan penting dalam merancang dan mengawal postur APBN di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ia juga kerap terlibat dalam pembahasan strategis terkait belanja negara, subsidi, hingga reformasi fiskal.
Pencopotannya pun memunculkan berbagai spekulasi terkait dinamika internal serta arah kebijakan keuangan negara ke depan.
Publik kini menanti penjelasan resmi serta perkembangan lanjutan dari polemik yang menyeret nama pejabat senior tersebut.
Seperti diketahui, Luky Alfirman, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, dicopot dari jabatannya oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Purbaya juga telah menunjuk pelaksana harian (Plh.) untuk menjalankan tugas sementara dari Luky Alfirman, pada Selasa (21/4/2026).
Purbaya belum mengungkap posisi baru Luky. Proses penetapan pejabat definitif masih berjalan.
Selain Luky Alfirman, dalam waktu yang sama, Purbaya juga mencopot jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan.
Profil Luky Alfirman
Luky Alfirman bukanlah orang baru di Kemenkeu. Ia memulai pengabdiannya sebagai abdi negara sejak 1 Maret 1995 di Direktorat Jenderal Pajak.
Selama lebih dari 25 tahun, ia telah melewati berbagai posisi strategis, mulai dari tingkat teknis hingga manajerial.
Luky Alfirman menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada 1994.
Dikutip dari situs Bank Mandiri, pria kelahiran Bandung tahun 1970 ini juga telah berhasil meraih gelar PhD in Economics di University of Colorado.
Baca juga: Noel Sebut Sinyal Menteri Keuangan Purbaya Bakal Dinoelkan, Dimulai Dari Penangkapan di Bea Cukai
Luky juga sempat menduduki posisi jabatan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu.
Selain itu, Luky Alfirman juga pernah mengisi kursi jabatan sebagai Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan.
Karier Luky makin meroket setelah ia dipercaya untuk menduduki posisi jabatan sebagai Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu.
Pada Mei 2025, Luky Alfirman diangkat oleh Menkeu saat itu, Sri Mulyani, sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu.
Ia menggantikan posisi Isa Rachmatarwata yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
Tidak hanya itu, Luky Alfirman juga disibukkan dengan jabatannya sebagai Komisaris Bank Mandiri.
Harta Kekayaan
Luky Alfirman tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp52,8 miliar.
Hartanya itu terdaftar di LHKPN KPK yang dilaporkannya pada 27 Februari 2026.
Harta terbanyak Luky berasal dari kas senilai Rp23 miliar, surat berharga Rp15 miliar, dan tanah senilai Rp13 miliar.
Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Luky Alfirman:
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp13.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 270 m2/225 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp4.500.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 207 m2/113 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp3.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 846 m2/300 m2 di KAB / KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp5.500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp550.000.000
MOBIL, HONDA JAZZ MINIBUS Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp60.000.000
MOBIL, HONDA ACCORD Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
MOBIL, TOYOTA AVANZA Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp210.000.000
MOBIL, HONDA CITY Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp130.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp205.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp15.034.806.720
E. KAS DAN SETARA KAS Rp23.099.474.305
F. HARTA LAINNYA Rp938.647.544
Sub Total Rp52.827.928.569
II. UTANG Rp0
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp52.827.928.569
Dicopot Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman. Posisinya kini diisi pelaksana harian. Selain Luky, Purbaya juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu.
“Iya. Udah dikasih Plh (Pelaksana Harian) sekarang,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026), dilansir dari Kompas.com.
Penunjukan pelaksana harian mulai berlaku sejak Selasa (21/4/2026) sore. Langkah ini dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan sambil menunggu pejabat definitif.
“Jadi dikasih Plh sekarang, kemarin (Selasa sore) sudah aktif,” lanjutnya.
Selain dua posisi tersebut, jabatan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga belum terisi definitif. Posisi itu kini dijabat Pelaksana Tugas (Plt.) Herman Saheruddin.
Purbaya mengatakan tiga nama calon pejabat definitif akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto. Pengajuan dijadwalkan pada awal hingga pertengahan Mei.
“Nanti akan sekalian diajuin ke Presiden. Jadi sekaligus di awal Mei atau pertengahan Mei,” terang Purbaya.
(TribunNewsmaker.com/TribunSumsel.com)