Resource Alam Indonesia (KKGI) mau merambah bisnis pergudangan dan pariwisata

Scoot.co.id JAKARTA. Emiten pertambangan batubara, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), mengumumkan rencana diversifikasi bisnis dengan menambah kegiatan usaha di luar sektor tambang.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), KKGI berencana menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang meliputi KBLI 52101 terkait pergudangan dan penyimpanan, KBLI 55900 terkait penyediaan akomodasi lainnya, KBLI 68120 terkait kawasan pariwisata, KBLI 79911 terkait jasa informasi pariwisata, dan KBLI 79912 terkait jasa informasi daya tarik wisata.

Penambahan KBLI 52101 dilakukan seiring adanya kepemilikan bangunan gedung oleh KKGI di kawasan Samarinda, Kalimantan Timur, yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan saat ini disewakan kepada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

“Oleh karena itu, perusahaan bermaksud menambahkan KBLI 52101 guna menyesuaikan kegiatan usahanya dengan aktivitas penyewaan gudang tersebut,” tulis Manajemen KKGI dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5).

Resource Alam Indonesia (KKGI) Cetak Pendapatan US$ 31,55 Juta pada Kuartal I-2026

KKGI juga memiliki lahan kosong yang belum bersertifikat (tanah girik) di Samarinda dan Kutai Kertanegara. Lahan tersebut sebelumnya merupakan area tambang batubara yang telah selesai ditambang dan direklamasi, sehingga saat ini tidak dimanfaatkan.

Dari situ, KKGI berencana melakukan sertifikasi atas lahan tersebut, namun prosesnya terkendala oleh penetapan zonasi wilayah, di mana sebagian lahan di Kutai Kertanegara berada dalam zona pariwisata.

“Perusahaan disyaratkan untuk memiliki KBLI yang terkait dengan kegiatan pariwisata sebagai salah satu persyaratan dalam proses sertifikasi,” jelas Manajemen KKGI.

Selai untuk memenuhi persyaratan zonasi, sertifikasi lahan juga perlu dilakukan KKGI guna menghindari risiko penetapan sebagai tanah terlantar.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka investasi properti KKGI akan lebih tinggi karena mampu mengamankan kepemilikan atas tanah sebesar US$ 5,52 juta yang terdiri dari nilai buku tanah girik sebesar US$ 3,36 juta dan biaya sertifikasi yang dikapitalisasi ke dalamnya senilai US$ 2,16 juta.

Resource Alam Indonesia (KKGI) Akan Tebar Dividen Tunai Rp 17 Per Saham

Pendapatan KKGI juga akan meningkat karena mampu melanjutkan kegiatan usaha penyewaan gudang, sehingga menambah pendapatan sebesar US$ 274.231 pada 2026 dan sebesar US$ 305.455 pada 2027–2030.

Untuk memuluskan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, KKGI akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 Juni 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *