
Scoot.co.id JAKARTA. Emiten penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, PT RMK Energy Tbk (RMKE) berencana untuk melakukan pemecahan nilai saham alias stock split dengan rasio 1:5.
Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham RMKE yang semula sebesar Rp 100 akan dipecah menjadi Rp 20. Dus, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh RMKE akan meningkat dari 4,37 miliar saham menjadi 21,87 miliar saham.
RMKE telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2026. Berikutnya, RMKE akan meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2026.
XLSmart (EXCL) Absen Bagi Dividen, Begini Strateginya Pasca Merger
Direktur Utama RMK Energy Vincent Saputra menyampaikan aksi korporasi ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan perusahaan di masa depan dengan infrastruktur yang telah terintegrasi.
“Aksi korporasi ini juga akan berdampak pada peningkatan likuiditas saham dan akan membuka akses ke investor yang lebih luas, baik institusional maupun ritel, baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Pada akhir perdagangan Rabu (20/5), RMKE berada di level Rp 3.190. Jika menggunakan harga tersebut dan rasio 1:5, maka harga saham RMKE akan berada di kisaran Rp 638 per saham.
Ganti Direktur, Jantra Grupo (KAQI) Bidik Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi Digital
Berikut ini jadwal rencana stock split RMKE.
- Pengumuman RUPSLB: 20 Mei 2026
- Pelaksanaan RUPSLB: 26 Juni 2026
- Akhir Perdagangan Saham (Nilai Lama) di Pasar Tunai: 16 Juli 2026
- Tanggal Recording Date: 16 Juli 2026
- Awal Perdagangan Saham (Nilai Baru) di Pasar Tunai: 17 Juli 2026