Rupiah Menguat! Cek Proyeksi Rupiah Besok, 7 November 2024

Scoot.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan performa yang kokoh di pasar spot, berhasil menguat hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data dari Bloomberg pada Kamis (6/11/2025), mata uang Garuda mengakhiri sesi di level Rp 16.701 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pencapaian ini menandai penguatan sebesar 0,10% dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.717 per dolar AS. Kinerja positif rupiah juga tercermin dalam pergerakan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), yang turut menguat sejalan dengan pasar spot.

Pada hari ini, Jisdor BI mencatat level Rp 16.707 per dolar AS, menunjukkan penguatan 0,13% dari posisi sehari sebelumnya yang tercatat di Rp 16.729 per dolar AS.

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.701 Per Dolar AS Hari Ini (6/11), Asia Menguat

Menurut analisis Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, sentimen eksternal menjadi salah satu faktor pendorong penguatan rupiah hari ini. Fokus utama tertuju pada peningkatan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan memangkas suku bunga pada Desember 2025. Hal ini diperkuat oleh peringatan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember bukanlah kepastian.

Dari sisi internal, rencana pemerintah untuk mengusulkan pembentukan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah atau Redenominasi Rupiah juga disebutnya sebagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pembahasan RUU Redenominasi Rupiah ini merupakan bagian dari empat kerangka regulasi yang termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 70/2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025-2029.

Ibrahim menjelaskan bahwa isu redenominasi rupiah bukanlah hal baru. Ia menyoroti contoh pada tahun 2023, di mana pemerintah sempat mengemukakan bahwa redenominasi rupiah dinilai belum dapat diterapkan dalam waktu dekat, terutama mengingat kondisi perekonomian yang saat itu belum stabil.

Untuk prospek perdagangan esok hari, Ibrahim memproyeksikan bahwa rupiah pada Jumat (7/11/2025) akan bergerak fluktuatif. Meskipun demikian, ia memperkirakan rupiah berpotensi ditutup melemah di rentang Rp 16.700 – Rp 16.750 per dolar AS.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah menguat di pasar spot pada tanggal 6 November 2025, mencapai Rp 16.701 per dolar AS menurut data Bloomberg. Penguatan ini didorong oleh sentimen eksternal, termasuk spekulasi mengenai kebijakan suku bunga The Fed, dan sentimen internal terkait rencana pembahasan RUU Redenominasi Rupiah oleh pemerintah.

Untuk perdagangan 7 November 2025, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif. Meskipun demikian, terdapat potensi rupiah akan ditutup melemah di rentang Rp 16.700 – Rp 16.750 per dolar AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *