Rupiah menguat pekan ini: waspada tekanan jelang pertemuan FOMC!

Scoot.co.id JAKARTA. Nilai tukar mata uang Garuda berhasil mengakhiri pekan dengan penguatan di pasar spot, membalikkan tren yang sempat membawa rupiah menyentuh level penutupan terburuk sepanjang masa pada pertengahan pekan ini. Capaian positif ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik.

Melansir data Bloomberg pada Jumat (23/1/2026), kurs rupiah di pasar spot tercatat menguat impresif sebesar 0,45%, menutup perdagangan di posisi Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat (AS). Kinerja akhir pekan yang solid ini turut mengangkat performa rupiah secara mingguan, dengan total penguatan mencapai 0,4% selama sepekan penuh. Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Rabu (21/1/2026), rupiah sempat terpuruk ke penutupan paling lemah sepanjang sejarah di level Rp 16.956 per dolar AS.

Tak hanya di pasar spot, penguatan juga terlihat pada kurs rupiah Jisdor yang menguat tajam Rp 64 atau 0,38%, mencapai Rp 16.838 per dolar AS. Secara kumulatif dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menunjukkan apresiasi sebesar 0,25%, menegaskan momentum pemulihan nilai tukar yang signifikan.

Lembaran Baru Prime Agri Resources (SGRO) Pasca Diakuisisi Posco International

Tren positif rupiah ini merupakan kelanjutan dari sentimen positif yang terbentuk setelah keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada pertengahan pekan lalu, mempertahankannya di level 4,75%. Kebijakan ini dinilai pasar memberikan sinyal stabilitas dan dukungan terhadap nilai tukar domestik.

Menurut analisis Lukman Leong, seorang analis mata uang dan komoditas dari Doo Financial Futures, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini dipengaruhi oleh kombinasi kompleks sentimen global dan domestik. Di kancah global, fokus pelaku pasar tertuju pada eskalasi dinamika geopolitik terkait Greenland, yang memicu ketidakpastian signifikan di pasar keuangan internasional.

Sementara dari dalam negeri, sikap BI yang dianggap less dovish, atau cenderung kurang lunak, turut memberikan angin segar bagi rupiah. Selain itu, sentimen pasar juga diwarnai oleh wacana pencalonan keponakan Presiden Prabowo sebagai deputi gubernur BI, yang menimbulkan spekulasi positif. Namun, di sisi lain, bayang-bayang kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi melampaui batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih menjadi sentimen negatif yang membayangi, sebagaimana diungkapkan Lukman kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).

Komitmen kuat Bank Indonesia untuk melakukan intervensi besar-besaran di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi faktor penahan volatilitas rupiah yang krusial sepanjang pekan ini, memberikan jaring pengaman di tengah gejolak.

Memasuki pekan depan, Lukman menilai bahwa ruang penguatan rupiah cenderung akan terbatas. Hal ini disebabkan minimnya rilis data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri, yang dapat menjadi katalis baru bagi pergerakan nilai tukar.

Perkasa! Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.820 Per Dolar AS Hari Ini (23/1)

Fokus utama investor akan bergeser pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat. Meskipun pasar umumnya memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, pelaku pasar akan mencermati setiap perubahan nada pernyataan Ketua The Fed, terutama terkait perkembangan geopolitik Greenland yang terus memanas.

“Penguatan rupiah yang signifikan kemungkinan akan sulit terwujud. Ketidakpastian geopolitik masih berada pada level tinggi, dan kekhawatiran terkait defisit anggaran juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda,” jelas Lukman. Ia menambahkan, rupiah berpotensi kembali tertekan kecuali ada intervensi lanjutan dari BI atau hasil FOMC yang di luar ekspektasi dan mampu melemahkan dolar AS secara signifikan.

Untuk proyeksi sepekan ke depan, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 16.700 hingga Rp 17.000 per dolar AS, mencerminkan pandangan hati-hati di tengah ketidakpastian yang masih melingkupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *