Rupiah spot ditutup melemah 0,06% ke Rp 16.894 per dolar AS pada Kamis (19/2/2026)

Scoot.co.id JAKARTA. Nilai tukar Rupiah di pasar spot menunjukkan pelemahan tipis pada penutupan perdagangan Kamis (19/2/2026). Mata uang domestik ini berakhir di level Rp 16.894 per dolar Amerika Serikat (AS), sedikit terkoreksi 0,06% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp 16.884 per dolar AS. Pergerakan ini mengindikasikan adanya tekanan jual minor terhadap Rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Fenomena pelemahan nilai tukar ini tampaknya merata di kawasan Asia. Mayoritas mata uang Asia terpantau bergerak melemah di hadapan dolar AS pada sore ini. Dolar Taiwan mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 0,41%, disusul oleh ringgit Malaysia yang melemah 0,31%, peso Filipina sebesar 0,25%, serta yen Jepang yang terkikis 0,12%. Selain itu, yuan China juga melemah 0,05%, dolar Singapura turun 0,02%, dan dolar Hong Kong bergerak tipis 0,01% terhadap dolar AS. Dalam daftar ini, Rupiah mencatatkan pelemahan 0,06%, menempatkannya di tengah tren kemerosotan regional.

Matahari Putra (MPPA) Beli 6 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp 780 Miliar

Di tengah gelombang pelemahan tersebut, ada dua mata uang yang mampu menunjukkan perlawanan. Baht Thailand dan won Korea berhasil menguat terhadap dolar AS pada sesi sore ini, masing-masing dengan kenaikan 0,46% dan 0,11%. Kinerja positif kedua mata uang ini memberikan sedikit warna berbeda di pasar Asia.

Pergerakan mata uang Asia ini sejalan dengan dinamika Indeks Dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Indeks Dolar tercatat berada di level 97,62, sedikit menurun dari posisi 97,70 pada sehari sebelumnya. Penurunan Indeks Dolar ini seharusnya bisa memberikan sedikit ruang bagi mata uang lain untuk tidak terlalu tertekan, meskipun efeknya terhadap sebagian besar mata uang Asia hari ini masih terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *