Saham ICBP hingga BBRI bawa Indeks Bisnis-27 ditutup menguat

Scoot.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan awal pekan Senin (25/5/2026) tersengat sentimen sinyal perdamaian di Selat Hormuz. Saham ICBP, BBRI dan ASII mendongkrak laju pergerakan indeks.

Berdasarkan data IDX Mobile, Indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat 6,40 poin atau sebesar 1,46% ke level 444,83 pada penutupan perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang terendah 437,06 hingga rentang tertinggi 449,22.

Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi pada saham-saham yang tergabung dalam Indeks Bisnis-27 mencapai Rp8,02 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 7,63 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 481,6 ribu kali.

Sebanyak 14 saham konstituen bergerak menghijau, 12 saham konstituen memerah, dan sisanya 1 saham cenderung stagnan.

Saham konstituen yang berhasil mengerek laju indeks adalah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 4,03% ke level Rp7.100, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 3,93% ke level Rp3.170.

Selanjutnya saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 3,70% ke level Rp5.600, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 3,39% ke level Rp6.100, dan saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) naik 3,02% ke level Rp1.875.

Sebaliknya saham konstituen yang menahan pergerakan dan cenderung melemah adalah adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 9,12% ke level Rp1.295, disusul saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 7,57% ke level Rp171, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 7,41% ke level Rp350.

Berikutnya saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 5,86,% ke level Rp1.525, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 5,22% ke level Rp1.270.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai faktor positif berasal dari indikasi kemajuan dalam upaya perdamaian untuk akhiri konflik Timur Tengah Koreksi harga minyak karena laporan adanya negosiasi AS dan Iran untuk kemungkinan mengakhiri perang, telah meredakan kekhawatiran akan inflasi AS.

Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan sedang disusun untuk membuka kembali selat Hormuz (23/5), namun kantor berita Iran membantah klaim tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran. Perkembangan seputar kesepakatan AS-Iran dan dampaknya terhadap harga minyak, masih akan berpengaruh terhadap pasar global. 

Dari domestik, pelaku pasar akan mengantisipasi rebalancing MSCI pada akhir bulan ini di tengah pekan perdagangan yang pendek. Selain itu, investor diperkirakan akan lebih berhati-hati di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru pemerintah. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *