Salat Iduladha di Paris, Prabowo rayakan kurban bersama diaspora Indonesia

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/5). Diiringi gema takbir, Prabowo tiba sekitar pukul 08.40 waktu setempat dan langsung bergabung bersama jemaah di saf salat.

Salat Iduladha dipimpin oleh imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi. Dalam khotbahnya, Fakhruddin yang juga lulusan S2 Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan itu menekankan bahwa Iduladha tidak hanya memiliki dimensi ketuhanan, tetapi juga nilai kemanusiaan dan persatuan, terutama bagi umat Islam yang hidup di luar negeri.

“Kita tidak diperintahkan menyembelih anak-anak kita sebagaimana Nabi Ibrahim, akan tetapi kita diperintahkan menyembelih ego kita demi menaati perintah Allah SWT,” Fakhruddin dalam khotbahnya dikutip dari pernyataan tertulis, Rabu (27/5).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas keislaman, memperkuat keluarga, dan menumbuhkan solidaritas antarsesama diaspora Indonesia di negeri orang.

Baca juga:

  • 31 Orang Tewas di Lebanon, Iran: AS Langgar Gencatan Senjata Terang-terangan
  • Rupiah Tembus 17.800 per Dolar AS, Purbaya Jamin APBN Masih Aman
  • Emiten Boy Thohir (AADI) Tebar Dividen Jumbo Rp 3,56 Triliun, Cek Tanggalnya

Usai salat Id, Prabowo menyempatkan diri bersilaturahmi dengan jemaah. Prabowo menyalami warga satu per satu dan berbincang santai dengan diaspora Indonesia yang hadir dalam suasana penuh kehangatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah-tamah dan makan bersama. Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan antara kepala negara dan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Ini sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan Iduladha di tanah rantau.

Bagi sebagian WNI yang sedang berada di Paris, kesempatan melaksanakan salat Iduladha di negeri orang sekaligus bertemu langsung dengan Prabowo menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Hal itu dirasakan oleh mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya yakni Zeahita dan Kezia yang tengah berada di Prancis untuk mengikuti kegiatan akademik.

“Sangat spesial ya. Apalagi pas banget kami lagi di Prancis dan kebetulan bertemu sama Pak Presiden. It’s such an honor,” ujar Zeahita.

Sementara itu, Kezia mengaku tidak menyangka perjalanan mereka ke Prancis akan bertepatan dengan momen salat Iduladha bersama Presiden Prabowo. Awalnya, mereka datang ke Prancis untuk mengikuti konferensi dan lomba Model United Nations di Lyon, sebelum akhirnya mampir di Paris.

“Sebenarnya kami tidak pernah menyangka akan salat di sini juga karena kami awalnya berangkat ke Lyon untuk konferensi atau lomba Model United Nations. Tapi berhubung kami mampir ke Paris sebentar, kami memutuskan untuk salat Id di sini, dan kami sangat bahagia karena bisa bertemu banyak rekan-rekan dari Indonesia dan tentunya juga Bapak Presiden,” kata Kezia.

Tidak hanya para mahasiswa, pengalaman serupa juga dirasakan Myrna Damayanti, WNI asal Jakarta yang sedang melakukan perjalanan bisnis di Paris. Bagi Myrna, suasana salat Iduladha di Paris terasa berbeda namun tetap penuh kedamaian.

“Di sini rasanya damai. Di antara bangunan-bangunan yang sangat cantik dan historical, kita bisa salat Id dan mendengar takbir. Itu senang banget sih,” kata Myrna.

Myrna juga mengaku kehadiran Prabowo menjadi kejutan yang tidak disangka. Ia sebelumnya hanya mendengar kabar dari teman-temannya bahwa Presiden akan melaksanakan salat Id di lokasi yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *