Singaraja Putra (SINI) akan eksekusi rights issue, potensi raup dana Rp 3,61 triliun

Scoot.co.id JAKARTA. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) bakal segera melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham biasa atas nama yang bernominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang diterbitkan tersebut mewakili 60% dari jumlah saham perusahaan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Setiap pemegang dua saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perusahaan pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas tiga HMETD, di mana satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 5.000 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan formulir pemesanan dan pembelian saham.

“Jumlah dana yang akan diterima perusahaan dalam PMHMETD I ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3.607.500.000.000,” tulis Manajemen SINI dalam keterbukaan informasi, Selasa (2/6/2026) malam.

Rupiah Spot Melemah 0,34% ke Rp 17.900 per Dolar AS Rabu (3/6) Pagi, Terlemah di Asia

Lebih lanjut, para pemegang saham pengendali SINI yang terdiri dari PT Autum Prima Indonesia (API) dengan kepemilikan 144,30 juta saham (30%), Batubara Development Pte. Ltd dengan kepemilikan 78,03 juta sahm (15,49%), dan Hapsoro dengan kepemilikan 43,29 saham (9%) menyatakan akan melaksanakan sebagian HMETD yang menjadi haknya masing-masing dalam PMHMETD I paling sedikit sebesar 180 juta HMETD dengan nilai Rp 900 miliar.

Sementara itu, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) sebagai pemilik 94,94 juta saham (19,74%) SINI menyatakan akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I sebanyak 142,41 juta HMETD dengan nilai Rp 712,05 miliar kepada PT Petrosea Tbk (PTRO).

Di sisi lain, PTRO sebagai pemilik 1,21 juta saham (0,252%) SINI telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang akan diterbitkan SINI dan menjadi porsinya dalam PMHMETD I yakni sebanyak 1,82 juta HMETD. PTRO juga menerima dan melaksanakan hasil pengalihan seluruh HMETD yang dialihkan kepada emiten tersebut oleh KJP sebanyak-banyaknya 142,41 juta HMETD, sehingga seluruhnya berjumlah 144,23 juta HMETD.

Tak hanya itu, PTRO akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang membeli sisa saham yang masih tersisa yang tidak diambil oleh pemegang HMETD lainnya. PTRO memiliki komitmen menyerap sebanyak-banyaknya Rp 580,90 miliar.

Apabila setelah pelaksanaan HMETD, pemesanan tambahan, dan pelaksanaan komitmen pembeli siaga masih terdapat saham yang tersisa, maka saham tersebut tidak akan diterbitkan oleh SINI.

IHSG Melemah Pada Perdagangan Rabu (3/6) Pagi, AMMN, CPIN, BRPT Jadi Top Losers LQ45

Sebagai catatan, rencana aksi korporasi ini telah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 26 Mei 2026. Rights issue SINI akan dicatatkan di BEI pada 14 Juli 2026 dan akan diperdagangkan sampai 20 Juli 2026.

Sebanyak Rp 1,51 triliun dana hasil PMHMETD I akan digunakan untuk mengakuisisi 507.380.875 saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang dimiliki PTRO yang setara dengan 99,995% dari modal disetor dan ditempatkan KMS. Berikutnya, dana hasil rights issue sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok utang SINI kepada kreditur. Adapun sisanya akan digunakan untuk keperluan modal kerja perusahaan dan/atau anak usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *