
Scoot.co.id – JAKARTA. Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) dibuka bervariasi pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan serta memudarnya harapan terhadap penyelesaian cepat konflik di Timur Tengah.
Tekanan utama pasar berasal dari rilis data inflasi yang menunjukkan tekanan harga masih cukup kuat, sehingga memunculkan spekulasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini turut menekan sentimen pasar saham global.
Pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat menguat tipis sebesar 35,2 poin atau 0,07% ke level 49.739,62.
Minat Investasi Reksadana Dolar AS Diprediksi Terus Naik di Tengah Pelemahan Rupiah
Namun, tekanan terjadi pada indeks lainnya. Indeks S&P 500 turun 22,2 poin atau 0,30% ke level 7.390,63, sementara indeks Nasdaq Composite melemah lebih dalam sebesar 187,1 poin atau 0,71% ke posisi 26.087,009 pada awal sesi perdagangan.