Jakarta, IDN Times – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (Win&Co Group) secara resmi akan mengambil alih PT Sari Murni Abadi (Momogi Group) melalui penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada 6 Mei 2026. Langkah akuisisi strategis ini akan menjadikan Win&Co Group menguasai hingga 99,99 persen saham Momogi Group, setelah seluruh persyaratan yang ditetapkan terpenuhi, menandai ekspansi signifikan di sektor makanan dan minuman.
Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menjelaskan bahwa akuisisi Momogi Group adalah langkah krusial untuk memperkuat fondasi pertumbuhan Perseroan. “Kami melihat potensi sinergi yang luar biasa dari sisi pengembangan produk, distribusi, hingga perluasan pasar,” ungkap Sugianto pada Kamis (7/5/2026). Ia menambahkan bahwa melalui transaksi ini, Win&Co Group akan memperluas cakupan bisnisnya menjadi kategori Food and Ingredients, sekaligus memperoleh akses langsung ke dua pasar dengan laju konsumsi tercepat di Asia Tenggara, yakni Indonesia dan Vietnam.

Sugianto lebih lanjut memaparkan prospek industri makanan dan minuman, khususnya di kawasan Asia Tenggara, yang menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan data Statista, pasar makanan ringan di wilayah ini diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 6–8 persen hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kelas menengah, urbanisasi, serta tren peningkatan konsumsi produk makanan praktis. Win&Co Group menganggap Momogi Group sebagai mitra strategis dengan fondasi bisnis yang kokoh, baik di pasar domestik maupun internasional.

Langkah strategis Momogi Group yang sebelumnya telah mengakuisisi Bibica Corporation semakin memperluas akses pasar perusahaan di Asia Tenggara. Dengan demikian, entitas gabungan ini akan memiliki pangsa pasar signifikan di Indonesia dan Vietnam, dengan potensi menjangkau lebih dari 270 juta konsumen di Indonesia dan sekitar 100 juta konsumen di Vietnam. “Kombinasi portofolio Win&Co Group, Momogi Group, dan Bibica Corporation yang saling melengkapi membuka peluang sinergi luas, mulai dari pengembangan produk hingga perluasan distribusi di pasar regional,” tegas Sugianto.
Dari sisi Momogi Group, Direktur Servin Njoo menegaskan bahwa transaksi ini adalah bagian integral dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur bisnis dan memperluas jangkauan pertumbuhan, baik di pasar domestik maupun internasional. “Kami memandang kolaborasi dengan Win&Co Group sebagai peluang berharga untuk menciptakan nilai tambah melalui sinergi portofolio dan kapabilitas yang saling melengkapi,” ujar Servin. Ia optimistis, dengan bergabungnya kekuatan merek dan jaringan masing-masing pihak, pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan akan dapat dicapai ke depan.

Selain itu, integrasi ini juga membuka jalan bagi peningkatan nilai melalui efisiensi operasional dan optimalisasi rantai pasok secara berkelanjutan, meliputi pengadaan bahan baku, proses produksi, logistik, hingga distribusi. Rencana bergabungnya Momogi Group juga secara gamblang mempertegas arah transformasi Win&Co Group dari perusahaan yang sebelumnya dikenal kuat di segmen kakao dan coklat premium menjadi grup usaha consumer business di sektor Food and Ingredients serta FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Perseroan secara aktif mendorong diversifikasi usaha ke berbagai kategori produk non-coklat dan consumer goods, termasuk makanan ringan, biskuit, wafer, dan konfeksioneri.
Momogi Group sendiri memiliki dua fasilitas manufaktur yang berlokasi strategis di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta dua fasilitas manufaktur tambahan di Vietnam melalui Bibica Corporation. Akuisisi ini dilakukan karena Momogi Group dinilai memiliki potensi sinergi dan kesinambungan portofolio produk yang kuat dengan Win&Co Group, termasuk dukungan distribusi dan akses ke jaringan internasional di sejumlah negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan konsumsi yang tinggi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika.