Abdul Kadir Kading sempat dicopot Prabowo, kini janji perketat karantina

Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat baru di lingkup Kabinet Merah Putih. Satu di antaranya adalah melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Pelantikan Abdul Kadir menandai kembalinya ia ke Kabinet Merah Putih. Abdul Kadir sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran sejak 21 Oktober 2024 hingga 8 September 2025.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berkomitmen untuk memperkuat pengawasan lalu lintas tumbuhan dan hewan guna mencegah masuknya penyakit dari luar negeri ke Indonesia.

Menurut Kadir, Badan Karantina Indonesia memiliki peran untuk menjamin setiap komoditas yang masuk ke dalam negeri terbebas dari potensi penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan domestik.

Baca juga:

  • Menteri LH Jumhur Ditantang Benahi UU Cipta Kerja dan Kawal RUU Keadilan Iklim
  • Profil Dudung Abdurachman, Mantan KSAD Kini Pimpin KSP
  • Prabowo Dikabarkan Segera Reshuffle Kabinet Secara Bertahap

“Badan Karantina ini adalah lembaga baru yang diharapkan mampu untuk memastikan supaya penyakit-penyakit yang terikut dalam tumbuhan dan hewan, terutama dari luar negeri, tidak masuk ke Indonesia,” kata Kadir Karding dalam konferensi pers setelah pelantikan.

Ia mengatakan bakal meningkatkan fungsi pengawasan sembari tetap menjaga kelancaran arus ekspor dan impor agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan dan perekonomian nasional. “Jadi jangan pengawasan yang begitu ketat, lalu proses ekspor-impor itu menghambat, kemudian berpengaruh terhadap perekonomian kita,” ujar Kadir

Kadir menyatakan dirinya akan segera memperkuat koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, serta instansi lain seperti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Bea Cukai.

“Itu yang akan kami lakukan sambil meneruskan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh kepala badan sebelum saya, sambil kami benahi yang lainnya,” kata Kadir.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik lima orang pejabat baru. Mereka adalah Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Adapun jabatan Qadari sebelumnya yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) kini dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Dudung juga masih tetap menjabat sebagai penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional.

Selain itu, Prabowo juga melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Hasan Nasbi sebelumnya pernah menduduki posisi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) dari 19 Agustus 2024 sampai dengan 17 September 2025.

Prabowo turut melantik Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia 2007-2014 ini mengisi posisi yang sebelumnya dijabat oleh Hanif Faisol Nurofiq. Sementara, Hanif Faisol kini menempati posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *