Astra International (ASII) bakal buyback saham Rp8 triliun

Scoot.co.id , JAKARTA — PT Astra International Tbk. (ASII) berencana mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham atau buyback dalam periode 12 bulan ke depan.

Presiden Direktur ASII, Rudy mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi alokasi modal perseroan di tengah reposisi fokus bisnis grup Astra.

“Astra berencana mengalokasikan sekitar Rp8 triliun untuk program pembelian kembali saham selama 12 bulan,” ujar Rudy dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

: Astra (ASII) Fokus Tiga Lini Bisnis Utama Penyumbang 90% Laba

Seiring dengan rencana buyback tersebut, Astra juga resmi mereposisi strategi bisnis perusahaan menjelang usia perseroan yang ke-70 tahun.

Emiten konglomerasi itu memutuskan untuk memusatkan fokus dan sumber dayanya pada tiga lini bisnis utama yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan dan menyumbang sekitar 90% laba bersih grup, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan solusi pertambangan.

: : Bahan Bakar Saham Astra (ASII) Usai Guyur Dividen 2026

Strategi baru tersebut diambil berdasarkan hasil tinjauan strategis menyeluruh yang dilakukan perseroan.

Rudy mengatakan diversifikasi bisnis secara historis telah memberikan nilai tambah besar bagi Astra. Namun, di tengah dinamika pasar yang terus berkembang, perseroan memilih mempertajam strategi alokasi modal dan memperkuat portofolio inti grup.

: : Astra (ASII) Cetak Penjualan Mobil 41.752 Unit per April 2026

“Astra mereposisi strateginya dengan memberikan fokus pada portofolio bisnis utama yang selama ini memiliki kinerja yang kuat, yaitu otomotif, jasa keuangan, dan alat berat & solusi pertambangan,” ujarnya.

Menurut Rudy, strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi modal sehingga mampu mendorong pertumbuhan laba perseroan ke depan.

Dalam strategi barunya, Astra bakal mengoptimalkan seluruh ekosistem otomotif yang telah dibangun selama puluhan tahun, mulai dari pasar kendaraan baru dan bekas, bisnis suku cadang, hingga layanan purnajual.

Di sektor jasa keuangan, ASII akan memperkuat penyediaan layanan pembiayaan yang terintegrasi untuk segmen ritel maupun korporasi melalui optimalisasi ekosistem internal grup.

Sementara itu, pada lini alat berat dan solusi pertambangan, Astra akan memperkuat rantai pasok pertambangan sekaligus membidik sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi komoditas.

Di luar tiga sektor inti tersebut, Astra akan menerapkan strategi pengembangan yang lebih selektif dengan menitikberatkan pada keselarasan kapabilitas dan kemitraan strategis dengan pihak eksternal.

Perseroan juga menegaskan bakal lebih disiplin dalam mengalokasikan modal, termasuk untuk belanja modal pemeliharaan, pembagian dividen yang konsisten, hingga opsi buyback saham pada tingkat valuasi yang dinilai tepat.

Sebagai catatan, dalam periode 2015—2025 laba bersih Astra meningkat lebih dari dua kali lipat dari Rp15 triliun menjadi Rp33 triliun. Pada periode yang sama, dividen perseroan juga naik 245% dari Rp113 per saham menjadi Rp390 per saham.

Astra International Tbk. – TradingView

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *