IHSG 9000 Akhir 2015? Analis Ungkap Prospek & Faktor Penentu

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mimpi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menembus level psikologis 9.000 pada akhir 2025 masih sangat mungkin terwujud. Momentum penguatan yang berkelanjutan dan sentimen positif dari panggung global serta kondisi domestik yang solid menjadi fondasi utama pendorong optimisme ini.

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menegaskan bahwa peluang reli IHSG tetap terbuka lebar. Kuncinya adalah stabilitas kondisi ekonomi global dan domestik, terutama antisipasi terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada Desember mendatang.

Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menjadi amunisi penting untuk menjaga sentimen positif di pasar. Lebih lanjut, data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) Amerika Serikat yang akan segera dirilis akan menjadi indikator krusial.

IHSG Terus Melaju Berkat Saham Lapis Dua, Begini Proyeksinya Akhir Tahun

“Jika angka PCE berada di bawah 3%, peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga akan semakin terbuka lebar. Ini akan menjadi bahan bakar utama bagi laju IHSG,” ungkap Nafan kepada Kontan, Kamis (27/11/2025).

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh dengan dukungan konsumsi domestik yang kuat. Selain itu, pola historis selama 25 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan pasar yang *bullish* menjelang akhir tahun.

Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru juga berpotensi memberikan dorongan likuiditas tambahan ke pasar. Performa saham-saham dengan fundamental keuangan yang kuat juga dapat dioptimalkan sebagai penopang indeks.

Meskipun peluang penguatan tetap besar, Nafan mengingatkan para investor untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung (*profit taking*) yang seringkali muncul setelah periode reli yang panjang.

Arus Keluar Asing di SBN Membengkak Jelang Akhir Tahun

Nafan juga menyebutkan bahwa potensi *window dressing* masih terbuka, asalkan sentimen global tetap mendukung dan tidak ada kejutan signifikan dari kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Jika momentum global positif, ditambah dengan kondisi domestik yang kuat, maka peluang IHSG untuk mencapai level 9.000 masih sangat terbuka,” pungkasnya.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 9.000 di akhir 2025 didorong oleh stabilitas ekonomi global dan domestik, serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Data inflasi PCE Amerika Serikat yang akan datang menjadi indikator penting untuk memprediksi kebijakan The Fed. Fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh dan pola historis pasar yang bullish di akhir tahun turut mendukung penguatan IHSG.

Investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah reli panjang. Peluang window dressing juga terbuka jika sentimen global positif dan tidak ada kejutan kebijakan moneter dari AS. Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru berpotensi memberikan dorongan likuiditas tambahan ke pasar saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *