Laba bersih CDIA anjlok jadi Rp 142,8 miliar, intip manuver perkuat logistik

Emiten Konglomerat Prajogo Pangestu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 8,4 juta atau sekitar Rp 142,80 miliar. Jumlah tersebut merosot 70,18% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 28,17 juta.

Meski begitu, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi US$ 41,24 juta dari US$ 34,6 juta secara tahunan atau year on year (yoy). Direktur CDI Group Jonathan Kandinata mengatakan pertumbuhan pendapatan ditopang ekspansi pada pilar logistik, kondisi pasar logistik yang mendukung serta pertumbuhan berkelanjutan di segmen energi.

“CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal,” kata Jonathan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (29/4).

Secara rinci, pendapatan perseroan berasal dari segmen energi sebesar US$ 25,3 juta, logistik US$ 14,3 juta, kepelabuhanan dan penyimpanan US$ 1,2 juta, serta pendapatan lainnya US$ 400 ribu.

Baca juga:

  • Menteri LH Jumhur Dukung Industri Ekstraktif tapi Bersyarat, Apa Ketentuannya?
  • WALHI Soroti Potensi Konflik Kepentingan di Satgas Pembiayaan Taman Nasional
  • Laba Bersih UNTR Anjlok 80% Jadi Rp 642 M, Tak Ada Penjualan Emas di Agincourt

Perseroan juga mencatatkan adjusted EBITDA sebesar US$ 14,1 juta, melonjak 125,4% secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan kontribusi ekspansi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.

Dari sisi likuiditas, CDIA memiliki kas sebesar US$ 954,2 juta dengan rasio utang terhadap kapitalisasi 39%. Posisi ini dinilai memberi ruang yang cukup bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi.

Perkuat Logistik Maritim, CDI Group Hadirkan Kapal Angkut Kimia Cair Boreas 

Jonathan mengatakan CDI Group akan memperkuat platform logistik maritim melalui penambahan Boreas, kapal tanker kimia berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) yang dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co. Ltd, Jepang.

Kapal tersebut dirancang melayani rute domestik maupun internasional dan dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini.

Penambahan armada ini diharapkan memperkuat ekspansi logistik maritim perseroan di kawasan Asia hingga Eropa.

Di segmen energi, perseroan telah mengoperasikan kapasitas tenaga surya sebesar 11 megawatt peak (MWp), dengan tambahan sekitar 5 MWp yang tengah dikembangkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Pada segmen air, CDI Group tengah mengembangkan tambahan kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng serta fasilitas pengolahan air limbah berkapasitas 1.200 meter kubik per hari di Cilegon.

Sementara di segmen pelabuhan dan penyimpanan, pembangunan infrastruktur yang dibiayai dana IPO, seperti tangki penyimpanan, pipa etilena dan fasilitas pendukung lainnya telah mencapai sekitar 60%.

Perseroan juga menargetkan pembangunan tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di RPU rampung tahun ini. Adapun pada segmen logistik, CDI Group menargetkan jumlah armadanya bertambah menjadi sekitar 20 kapal hingga akhir 2026, mencakup kapal pengangkut gas, kimia dan dry bulk.

Jonathan mengatakan, dengan posisi keuangan yang kuat dan proyek ekspansi yang terus berjalan, CDI Group optimis dapat menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun.

Menurut dia, model bisnis infrastruktur terintegrasi yang dijalankan perseroan memberikan kombinasi pendapatan berulang yang stabil sekaligus peluang pertumbuhan dari pasar spot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *