Mau delisting, Indointernet (EDGE) tawarkan harga tender offer Rp11.500 per saham

Scoot.co.id , JAKARTA — PT Indointernet Tbk. (EDGE) menyampaikan akan memberikan harga penawaran tender offer sebesar Rp11.500 per saham dalam rangka go private dan delisting saham.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), EDGE menjelaskan nilai Rp11.500 per saham merupakan harga premium yang 141,2% lebih tinggi dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS untuk rencana go private yaitu Rp4.768 per saham.

“Harga penawaran adalah sebesar Rp11.500 yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam pasal 36 POJK 45/2024,” tulis manajemen EDGE, Senin (20/4/2026). 

EDGE melanjutkan apabila rencana go private dan delisting disetujui dalam RUPSLB dan setelah pelaksanaan penawaran tender sukarela, perseroan berhasil mengubah status menjadi perusahaan tertutup, maka pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya dalam penawaran tender sukarela akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup, dengan jumlah pemegang saham perseroan menjadi kurang dari 50 atau jumlah lain yang ditetapkan OJK. 

: Indointernet (EDGE) Ungkap Jadwal dan Skema Delisting dari BEI

Dalam tender offer ini, Digital Edge selaku pemegang saham perseroan akan membeli saham yang dimiliki pemegang saham sebanyak-banyaknya 159.598.500, yang mewakili 7,90% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. 

“Digital Edge memiliki dana yang memadai untuk menyelesaikan dengan tuntas penawaran tender yang berasal dari kas internal perusahaan,” ucapnya.

Sebelumnya, Andrew Joseph Rigoli, Direktur Utama Indointernet, mengatakan bahwa perseroan telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan atau delisting melalui surat No. 007/Indonet/Dir-Srt/I1/2026 kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam surat itu, EDGE juga mengajukan permohonan suspensi efek perseroan di lantai bursa. 

“Perseroan mengajukan permohonan delisting dan suspensi saham karena bermaksud untuk melakukan perubahan status dari perusahaan terbuka yang tercatat menjadi perusahaan tertutup (go private) dan delisting dari BEI,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/2/2026). 

Manajemen Indointernet menjabarkan dua alasan yang mendorong emiten data center itu angkat kaki dari BEI. Pertama, Indointernet ingin menyederhanakan proses pengambilan keputusan. 

Andrew memaparkan kegiatan usaha grup memerlukan integrasi yang mulus antar perusahaan, misalnya dalam pengambilan keputusan, melaksanakan rencana investasi jangka panjang, serta memfasilitasi penyelarasan strategis.  

Dia mengatakan hal itu mungkin tidak dapat dilakukan secara optimal dalam kerangka regulasi dan kepatuhan sebagai perusahaan terbuka. 

Kedua, Indointernet menilai saham perusahaan tidak diperdagangkan secara aktif di Bursa. Akibatnya, likuiditas saham EDGE menjadi terbatas dan status sebagai perusahaan tercatat menjadi kurang efektif.  

“Proses go private dan voluntary delisting juga memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik,” imbuhnya. 

Indointernet Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *